Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Rumah korban kebakaran ludes setelah terbakar, Sabtu (13/11/2021) siang./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN--Kebakaran menghanguskan rumah milik Suyanto, 37, di Dusun Watulangkah, Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, Sabtu (13/11/2021) siang. Kebakaran terjadi diduga berasal dari tungku kayu yang sedang menyala untuk memasak air.
Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Kebakaran Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman, Bagas Saskara, menjelaskan kebakaran terjadi pada pukul 12.30 WIB. Rumah yang terbakar seluas 10 x 6 meter persegi.
Kebakaran bermula ketika pemilik rumah sedang memasak air menggunakan tungku kayu. Saat memasak air ini, pemilik rumah meninggalkan rumahnya untuk pergi ke warung.
Api muncul dari dalam rumah pertama kali diketahui oleh salah satu tetangga yang kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api. Warga pun berusaha memadamkan api secara manual.
Namun hal itu tidak cukup, api masih tidak terkendali. Warga pun menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Godean. Damkar Gamping dibantu Damkar Pos Mojo Kota Jogja, Polsek Gamping, Relawan Gamping, dan Tim Kesehatan Gamping, untuk memadamkan api.
Api baru bisa dipadamkan sekitar satu jam setelah kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian pemilik rumah diperkirakan kurang-lebih Rp100 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.