Dekatkan Kebudayaan Jawa & Sunda, Ridwan Kamil dan Sri Sultan Ajak Bangun Persatuan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X. - JIBI/Bisnis.com
02 Desember 2021 15:27 WIB Wisnu Wage Pamungkas Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemda DIY dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik melalui pendekatan dua kebudayaan yang saling bersaudara.

Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X di Area Candi Prambanan, Sleman, Rabu (1/12/2021) malam dalam acara Pesona Jabar.

BACA JUGA: Pakai Jersey Hijau, Warga Purwomartani Dikeroyok Kelompok Suporter di Gondokusuman

Malam puncak Pesona Jabar di Candi Prambanan menjadi agenda penutup Gubernur Ridwan Kamil dalam rangkaian kunjungan kerja hari pertama di DIY. Keesokan harinya, gubernur beserta rombongan menemui warga Sunda di DIY dan juga menjadi narasumber di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Gubernur Ridwan Kamil mengungkapkan kehadirannya ke DIY atas undangan Sri Sultan HB X untuk mendekatkan dua kebudayaan Sunda dan Jawa yang memiliki nilai sejarah panjang di bumi pertiwi sebagai simbol sila ketiga, yaitu persatuan Indonesia.

“Kami merasa kita harus menarasikan sebuah semangat persatuan yang mudah diucapkan tapi susah dilaksanakan,” ucapnya.

Sosok Sri Sultan menurut Ridwan Kamil ialah sebagai orang tua yang wajib diteladani. Dalam memimpin pada masanya berhasil mencetak sejarah dengan menghadirkan nama Jalan Siliwangi dan Jalan Pajajaran di Jogja. Sebaliknya ada Jalan Hayam Wuruk dan Majapahit di belakang kantor Gubernur Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung.

“Mewakili masyarakat Jabar saya mengapresiasi di zaman Sri Sultan lah penguatan sinergi dua budaya Jawa - Sunda terwujud secara konkret,” ujar Ridwan Kamil.

Kerja sama antar dua provinsi di Pulau Jawa ini diharapkan bisa membawa semangat persatuan seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini bisa menjadi penyejuk dan semangat persatuan Indonesia. “Mudah-mudahan kunjungan kerja sama ini bisa menarasikan simbol Jawa, Sunda,” imbuhnya.

Nantinya, untuk menindaklanjuti kerja sama budaya antardua provinsi tersebut, Gubernur mengundang Sri Sultan ke Bandung. Pada masa lalu Sri Sultan punya kenangan manis di Kota Bandung dalam menemukan tambatan hatinya. Jalan Panaitan menjadi saksi kisah cinta Sri Sultan dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

“Kita nanti jalan-jalan lewat Panaitan, nanti kalau Sultan berkenan ada rute nostalgia saat dulu Kanjeng Ratu Hemas itu ikut orang tuanya kerja di Bandung, Sri Sultan jatuh cinta lalu keliling Bandung, mungkin faktor udara yang membuat gerimis romantis,” ujar Gubernur Ridwan.

Gayung bersambut, Sri Sultan Hamengkubuwono X menilai kerja sama antar provinsi ini penting dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan menuju ke arah yang lebih baik untuk mengikuti perkembangan zaman.

“Kerja sama antar provinsi ini penting terutama pelayanan publik dan pengembangan potensi daerah,” ungkapnya.

Sri Sultan pun menjelaskan terkait pepatah Sunda untuk silih asih, silih asah, silih asuh, demi terciptanya iklim kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh adalah pepatah Sunda yang menganjurkan kita untuk saling mengasihi. Saling mengajari dan saling menjaga satu sama lain, agar tercipta iklim kerja sama sarat kedamaian. Itulah tujuan kehadiran delegasi gubernur Jabar ke Jogja,” kata dia.

BACA JUGA: Kemenhub Siapkan Rp442,7 Miliar untuk Pengembangan 5 Destinasi Wisata

Kunjungan persahabatan ini menurutnya ditandai dengan pertukaran budaya. Pesona Budaya Jawa Barat adalah perintisan kerja sama pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif dalam bentuk kolaborasi dan strategi untuk bangkit bersama guna pemulihan ekonomi kedua provinsi.

“Selain itu juga, penandatanganan MoU tentang pengembangan potensi daerah dan peningkatan pelayanan publik. Kemauan baik itu tentu harus kita sambut dengan tangan terbuka dan lapang dada,” tandasnya.

Ia pun direncanakan akan tiba di Bandung pada 7 Desember untuk menindaklanjuti kerja sama DIY-Jabar. Tak hanya itu, Sri Sultan diajak berkeliling oleh Kang Emil untuk mengenang masa muda saat mengejar cinta Kanjeng Ratu Hemas. “Saya ke Bandung acaranya tanggal 7 keliling Bandung nostalgia masa lalu,” kata dia.

Sumber : JIBI/Bisnis.com