70.000 Vaksin Pfizer Kadaluarsa Januari 2022, Ini Langkah Pemda DIY

Foto ilustrasi vaksinasi pelajar. - Ist.
06 Desember 2021 13:37 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memastikan ada sebanyak 70.000 vaksin Pfizer yang saat ini ada akan kadaluarsa pada Januari 2022 mendatang.

Vaksin tersebut saat ini akan dimaksimalkan untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua yang sampai  saat ini belum mencapai 100 persen.

"Jadi vaksin Pfizer itu untuk dosis pertama dan kedua. Sementara sesuai dengan ketentuan sebelumnya, kami harus petakan kebutuhan kita. Apabila dalam 2 pekan masih ada bisa direlokasi ke kabupaten terdekat. Jika tidak bisa nanti kami laporkan ke pusat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie, Senin (6/12/2021).

Selain Pfizer, masih kata Pembajun sejauh ini untuk stok vaksin AstraZeneca, Sinovac dan Moderna aman. Ketiga jenis vaksin tersebut belum mendekati masa kadaluarsa dalam waktu dekat.

BACA JUGA : Hasil Studi: Vaksin Covid Pfizer Sangat Efektif Cegah Rawat 

Adapun, capaian vaksinasi Covid-19, hingga Senin (6/12), untuk vaksinasi dosis pertama telah terealisasi 97,02 persen dan 86,8 persen untuk dosis kedua. Dengan capaian vaksin tersebut, maka Dinkes DIY bersama dengan sejumlah pihak harus turun ke masyarakat untuk menyisir agar target vaksinasi 100 persen tercapai Januari 2022.

"Sekarang kami tinggal selesaikan sisa vaksin. Apalagi saat ini vaksinasi massal sudah susah menarik massa. Tidak ada cara lain, selain turun ke masyarakat," jelasnya.

Booster Sementara disinggung mengenai vaksinasi ketiga (booster), Pembajun menyatakan jika sampai saat ini hanya diperuntukkan untuk Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK). Untuk profesi lain dan umum, ia memastikan belum akan dilakukan.

"Sementara memang hanya untuk SDMK. Untuk tenaga pendidik, kami sebenarnya sudah ajukan ke pusat. Tapi belum ada jawaban," imbuh Pembajun.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan jika booster untuk tenaga pendidik masih menunggu perkembangan dari Dinkes DIY. Namun, jika nantinya ada kuota booster untuk tenaga pendidik Disdikpora DIY telah siap.

"Guru-guru kita semua kan belum dibooster. Kalau guru milik kita sendiri SMA/SMK dan SLB itu kan sekitar 12.000 orang. Ya, nanti klo ada booster, jumlah itu yang kami ajukan," ucap Didik.