UAS Beri Pesan untuk Mahasiswa Soal Iman dan Pertemanan
Ustaz Abdul Somad mengingatkan mahasiswa UII pentingnya merawat iman, menentukan tujuan hidup, berbakti kepada orang tua, dan memilih pertemanan.
Personel RSPAU Hardjolukito Yogyakarta mendapatkan motivasi dari Pakar Komunikasi Aqua Dwipayana, Senin (13/12/2021)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-Sebanyak 875 orang personel yang bertugas di RSPAU Hardjolukito Yogyakarta mendapatkan materi motivasi dari motivator nasional, Aqua Dwipayana di Gedung Tanggap Darurat kompleks rumah sakit setempat, Senin (13/2021). Materi tentang komunikasi diberikan dalam beberapa sesi kegiatan dalam sehari yang bertujuan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi rumah sakit bintang lima.
Perwira Ahli Bidang Bisnis sekaligus Wakil Kepala Kegiatan RSPAU Hardjolukito Kolonel Kes Yuni Rukmawati menjelaskan ratusan personel itu berasal dari pejabat hingga level paling bawah di lingkungan rumah sakit. Tujuan dari sharing komunikasi tersebut agar semua personel mengetahui dan semangat menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing sebagai tindaklanjut kegiatan sebelumnya menggelar bedah tugas struktur organisasi baru.
“Sesuai arahan dokter Berlian [Kepala RSPAU Hardjolukito Marsma Berlian] menghendaki rumah sakit ini jadi bintang lima, dengan adanya sharing komunikasi dengan Doktor Aqua diharapkan materi ini terserap semua sampai dengan bari bawah, sehingga komunikasi yang terjalin bisa berkesinambungan,” katanya.
Muara dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam hal ini pasien di rumah sakit. Sehingga seluruh personel bisa saling berkolaborasi untuk menjalankan tugasnya.
“Ke depan setelah diberikan motivasi kami akan berusaha untuk berubah agar lebih baik lagi. Ini awal yang baik melalui motivasi Pak Aqua, ke depan tentu akan digelar lagi,” ujar Ketua Panitia Kegiatan Letkol Unang Suryanto.
Guna menuju rumah sakit bintang lima, RSPAU Hardjolukito sudah memasukkan sejumlah alat canggih untuk memberi layanan masyarakat. Peralatan itu tentu harus didukung oleh SDM yang memadai sehingga bisa terjalin komunikasi yang baik dalam memberikan layanan. “Dengan meningkatkan kapasitas SDM harapannya bisa memaksimalkan sarana prasarana yang sudah ada,” ujarnya.
Pakar Komunikasi sekaligus Motivator Nasional Aqua Dwipayana menyatakan pentingnya level pimpinan harus menjadi teladan di setiap organisasi agar dicontoh oleh bawahannya. Selain itu reward dan punishment perlu diterapkan dalam berorganisasi dengan dilakukan secara transparan, sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh personel di organisasi tersebut.
“Di rumah sakit mana pun terpenting adalah komunikasi internal, bagaimana antar pegawai bisa saling menghargai. Bagaimana dokter dan perawat itu saling berkolaborasi karena saling membutuhkan dalam memberikan layanan,” ujarnya.
Ia menambahkan sebelum memberikan materi tersebut telah meminta semua dihadirkan dari level personel dalam beberapa tahap pertemuan dengan harapan semua memperoleh manfaat. “Saya mengapresiasi Kepala RSPAU Hardjolukito Marsma Berlian yang memberi kesempatan kami untuk memberikan motivasi, karena di dalamnya ada tenaga kesehatan yang juga berperan penting dalam penanganan Covid-19 yang juga perlu kami apresiasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ustaz Abdul Somad mengingatkan mahasiswa UII pentingnya merawat iman, menentukan tujuan hidup, berbakti kepada orang tua, dan memilih pertemanan.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.