Memahamkan Bahaya Judol lewat Bedah Buku
Upaya menggaungkan budaya membaca melalui kegiatan bedah buku terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY.
Bekerja sama dengan PMI Sleman, Jogja Bay Waterpark menggelar kegiatan donor darah memperingati HUT ke 6 wahana permainan air tersebut, Senin (20/12/2021)./Harian Jogja
SLEMAN—Jogja Bay Waterpark menggelar berbagai aksi sosial pada HUT ke-6 tahun ini. Bekerja sama dengan PMI Sleman, Jogja Bay menggelar kegiatan donor darah pada Senin (20/12/2021).
Public Relation Jogja Bay Waterpark Medha Zeli Elsita mengatakan sebagai bagian dari masyarakat, Jogja Bay Waterpark turut menyelenggarakan kegiatan donor darah. Aksi sosial tersebut menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap peringatan HUT Jogja Bay.
"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk sinergitas Jogja Bay dengan PMI untuk memenuhi kebutuhan stok darah. Tentu selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan donor darah ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan darah," katanya di sela kegiatan.
Aksi sosial tersebut, lanjut dia, selain diikui karyawan dan masyarakat juga diikuti oleh pengunjung Jogja Bay. "Kami juga menggelar Pemotongan Tumpeng merayakan HUT ke 6 Jogja Bay Waterpark. Dalam legiatan ini kami mengajak warga sekitar dan mengundang 91 anak yatim dari Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai Yogyakarta yang didirikan oleh Brigadir Nur Ali Suwandi untuk berdoa bersama sekaligus berpetualang di Jogja Bay," katanya.
Sehari sebelumnya, Jogja Bay Waterpark juga menggelar pementasan Tari Badui oleh Warga Jenengan Maguwoharjo. Tari Badui adalah tarian rakyat yang bercerita mengenai adegan peperangan yang dilakukan rombongan prajurit. Tarian rakyat klasik ini masih eksis di tengah masyarakat khususnya di Sleman.
Medha mengatakan Jogja Bay Waterpark juga turut mendukung pelestarian kesenian daerah baik dalam kegiatan kesehatan, sosial, maupun seni budaya. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari dukungan penuh masyarakat Jogja atas enam tahun berdirinya Jogja Bay Waterpark.
Enam tahun, kata Medha, bukan waktu yang sebentar bagi Jogja Bay untuk dapat terus memberikan hiburan, keceriaan, dan petualangan tak terlupakan dalam wahana seluas 7,7 hektar itu. "Suka duka, naik turun, badai tenang kami lewati hingga kami berada di usia ini. Alhamdulillah kami masih dapat terus memberikan kegiatan, event, dan hiburan menarik untuk masyarakat," katanya.
Hingga periode akhir liburan Januari 2022 mendatang, Wahana Jogja Bay Waterpark beroperasi setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB. Untuk menghadirkan kemudahan kepada masyarakat, pembelian tiket melalui website www.jogjabay.id. Berbagai kegiatan dan acara menarik dihadirkan di setiap harinya.
Pengunjung, lanjut Medha, tidak perlu khawatir atas jaminan protokol kesehatan di masa pandemik Covid-19 ini. Sebab beberapa waktu lalu Jogja Bay telah melalui uji dan mengantongi sertifikasi CHSE dengan hasil sangat baik untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan kebersihan pengunjung dari Kemenparekraf.
Seluruh aktivitas wisata dan atraksi di Jogja Bay, katanya, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat khusunya tiga syarat utama untuk destinasi atau tempat wisata yang beroperasi. "Jogja Bay menerapkan pembatasan kapasitas kunjungan sebanyak 50%, penerapan CHSE 5M, wajib scan barcode aplikasi PeduliLindungi, dan mewajibkan seluruh karyawan dan pengunjung sudah melakukan vaksinasi," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya menggaungkan budaya membaca melalui kegiatan bedah buku terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY.
Pedagang Pasar Rakyat Bantul Kota menyebut kunjungan pembeli turun hingga 50% setelah MBG berjalan dan berdampak pada penjualan makanan.
Populasi lansia Jepang mencapai rekor 29,6 persen atau 36,24 juta jiwa, tertinggi di antara negara berpenduduk lebih dari 40 juta.
Napoli gagal mempertahankan keunggulan atas Fiorentina dan harus puas bermain 1-1 pada pekan kelima Liga Italia 2026/27.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.