Perayaan Natal Digelar Sederhana, Kapasitas Gereja 50 Persen

Foto ilustrasi Gereja. - Harian Jogja/Jumali
22 Desember 2021 13:37 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Vikaris Episkopal (Vikep) DIY, Romo Andrianus Maradiyo mengungkapkan, penyelenggaran Natal di tiap gereja diimbau untuk dilakukan secara sederhana dan tetap mengacu pada aturan protokol kesehatan. Ibadah Natal 2021 yang masih dalam suasana pandemi diharapkan tidak jadi sumber penularan Covid-19 baru di lingkungan gereja.

"Kami tetap mengacu pada ketentuan yakni kapasitas maksimal yang ikut misa Natal adalah 50 persen. Jemaat luar kota yang belum terdaftar juga belum boleh ikut misa secara langsung, alternatifnya disediakan misa daring," katanya, Rabu (22/12).

Romo Maradiyo menjelaskan, selain ketentuan kapasitas maksimal pihaknya juga memastikan setiap gereja dapat melaksanakan aturan protokol kesehatan yang ketat sebelum perayaan ibadah dimulai. Ibadah Natal 2021 nantinya akan dimulai sejak 24 Desember dan puncaknya pada 25 Desember.

"Setiap jemaat yang ikut misa secara langsung dipastikan harus mendaftar lebih dulu di paroki masing-masing jauh hari sebelumnya. Gereja juga dilengkapi dengan aplikasi Pedulilindungi," katanya.

Ketua Panitia Natal 2022 Paroki Santo Antonius Padua Kotabaru, Stevanus Richard menyebut, pihaknya menyelenggarakan misa Natal sebanyak enam kali sejak 24-25 Desember di paroki setempat. Jumlah jemaat juga dibatasi hanya sebanyak 400 orang tiap misa dari kapasitas normal sebanyak 1.600 orang.

"Protokol kesehatan akan kita terapkan dengan ketat meliputi scan Peduli Lindungi, scan Girik MyKobar, penyediaan pos kesehatan, masker standar, wastafel cuci tangan dan lainnya," kata Stevanus.