KILAS BALIK GUNUNGKIDUL 2021: Masyarakat Sehat, Ekonomi Kuat

Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
31 Desember 2021 09:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sepanjang 2021, sektor ekonomi di Gunungkidul terpuruk akibat pandemi Covid-19. Namu optimisme tidak lantas hilang, upaya pemulihan dijalankan dengan menjaga agar masyarakat tetap sehat.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan di tengah ancaman pandemi Covid-19 yang belum hilang, upaya pemulihan ekonomi terus dilakukan agar kehidupan kembali normal.  

“Upaya pemulihan [ekonomi] terus dilakukan. Mudah-mudahan dengan dibukanya sektor wisata, pemulihan bisa lebih cepat,” kata Sunaryanta, Selasa (28/12/2021).

Meski demikian, ia menggarisbawahi upaya pemulihan tidak ada artinya apabila kesehatan masyarakat tidak dijaga. Untuk itu, kesehatan menjadi prioritas utama yang harus dijalankan.

“Bagaimana [ekonomi] mau tumbuh kalau warganya sakit. Jadi, kesehatan menjadi prioritas baru kemudian melakukan upaya-upaya pemulihan ekonomi,” katanya.

Sunaryanta menjelaskan, untuk menciptakan masyarakat yang sehat dilakukan berbagai cara. Salah satunya menggalakkan program vaksinasi Covid-19. “Sekarang kasusnya sudah menurun dan mudah-mudahan bisa segera nol kasus di Gunungkidul,” ujarnya.

Sunaryanta juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh menjalankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai persebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan sudah ada 499.553 warga yang mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Covid-19. Adapun warga yang sudah menyelesaikan program vaksinasi dengan menjalani suntikan kedua sebanyak 434.059 jiwa. “Target kami ada 651.731 orang di Gunungkidul mendapatkan vaksin Corona. Untuk sekarang vaksinasi difokuskan untuk anak usia 6-11 tahun,” katanya.

Dewi mengungkapkan, luas wilayah Gunungkidul ikut berpengaruh terhadap program vaksinasi. Meski demikian, optimalisasi program terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak seperti kepolisian TNI, Badan Intelijen Nasional (BIN) dan pihak swasta.

Bantuan untuk UMKM

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro salah satu upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan adalah dengan memberikan fasilitas usaha masyarakat untuk bisa menembus pasar modern di toko berjejaring.

Diharapkan dengan kerja sama ini maka pelaku usaha dapat dengan mudah memasarkan produknya di toko-toko di wilayah Gunungkidul. “Sudah dimulai dan sekarang sudah ada 27 produk UMKM yang dipasarkan di toko berjejaring di Gunungkidul. untuk jenisnya masih didominasi produk olahan makanan,” katanya.

Kelik mengungkapkan upaya perluasan kerja sama dengan toko berjejaring terus dilakukan agar pelaku usaha yang masuk bisa lebih banyak lagi.  “Memang butuh proses seleksi yang ketat. Tapi dengan pendampingan serta pelatihan yang ada, kami, kami optimistis produk yang dihasilkan bisa diterima,” katanya.