Ini Kronologi ATU Jadi Bulan-bulanan Warga

Ilustrasi kekerasan. - Pixabay
04 Januari 2022 12:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemuda belasan tahun jadi bulan-bulanan warga karena diduga berbuat klithih. Kejadian ini terjadi pada Minggu (2/1/2022) di Jalan Pangeran Diponegoro, tepatnya sebelah timur simpang tiga Jalan Bumijo.

Kepala Seksi Humas Polresta Jogja Ajun Komisaris Polisi Timbul Sasana Raharja menjelaskan pemuda tersebut masih pelajar dan kini berstatus terlapor. Identitasnya berinisial ATU, 15, asal Desa Pandean, Boyolali, Jawa Tengah.

“Terlapor sempat dikeroyok warga sebelum diamankan Polsek Jetis,” papar Timbul, Selasa (4/1/2022). Kronologinya, insiden ini bermula saat pelapor yakni KFS, 27, warga Kricak, Tegalrejo melaju di Jalan Bumijo dengan mengendarai sepeda motor.

Sesampainya di simpang tiga Jalan Bumijo, dia diteriaki oleh ATU. “Terlapor meneriaki dengan menyebut "kamu orang mana?" Lantas dijawab "Saya orang sini, kenapa?" papar Timbul.

Kemudian saat didekati oleh KFS bersama rekannya yang lain, ATU melarikan diri ke arah timur. Setelah sampai di depan sebuah warung angkringan, ATU mengeluarkan senjata berupa besi bulat panjang sekitar 50 sentimeter dan diberikan kepada orang yang ada di warung angkringan tersebut.

"Setelah diteliti dan dicabut gagangnya, senjata tersebut ternyata besi bulat tersebut berisi pedang yang panjangnya sekitar 50 cm. Selanjutnya senjata itu ikut diamankan," ujar Timbul.

Warga yang mendapati terlapor membawa senjata tajam geram lantas mengeroyoknya. Beberapa saat kemudian, personel Polsek Jetis tiba di lokasi dan mengamankan terlapor berikut barang bukti.

"Dalam kejadian ini keduanya baik terlapor dan pelapor tidak saling mengenal sebelumnya. Setelah insiden itu terlapor dibawa untuk diperiksa ke rumah sakit karena mengalami luka akibat pengeroyokan," ungkap Timbul.