Jenazah di Enggano Belum Teridentifikasi sebagai Jurnalis Korban KM Arupadatu I
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
Para peserta didik sedang melakukan kegiatan dalam PTM hari pertama di SMKN 1 Jogja, Senin (19/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY berencana menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di SMA/SMK mulai pekan depan menyusul meningkatnya kasus Covid-19.
Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman, Kamis (27/1/2022), mengatakan revisi kebijakan PTM 100% itu diambil setelah dua siswa SMAN 8 Jogja dinyatakan positif Covid-19.
BACA JUGA: Siswa Positif Covid-19, SMP di Mlati Sleman Hentikan PTM
"Nanti mungkin tidak 100 persen, bisa 50 persen kapasitas kelas. Senin (31/1/2023) rencana akan kami eksekusi," kata Suhirman.
Menurut dia, penghentian sementara PTM 100 persen tersebut masih akan dikoordinasikan terlebih dahulu bersama para kepala sekolah SMA/SMK di DIY.
Bukan sekadar dipicu munculnya kasus Covid-19 di SMAN 8 Jogja, Suhirman menuturkan revisi PTM tersebut juga mempertimbangkan ketertiban protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah.
Berdasarkan laporan sebagian kepala sekolah, menurut dia, masih banyak kerumunan yang muncul di sela PTM yang berlangsung sejak 10 Januari 2022.
"Pengamatan kepala sekolah saat pembelajaran maupun saat pulang dari sekolah masih banyak ditemukan kerumunan, banyak pula yang buka masker," ujarnya.
Oleh sebab itu, Suhirman mengatakan PTM 100 persen di level SMA/SMK nantinya dapat dimulai kembali berdasarkan hasil evaluasi berikutnya.
BACA JUGA: PTM di Kota Jogja Jalan Terus meski Ada Potensi Peningkatan Kasus Covid-19
Untuk menghindari penularan Covid-19, menurut dia, untuk sementara waktu PTM di DIY dapat dilaksanakan dengan kembali menggabungkan luring dan daring.
"Jadi kalau muridnya ada yang merasa tidak sehat ya sebaiknya tidak perlu diminta ke sekolah," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Enggano belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I. DNA masih didalami tim DVI.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.
Cara beli iPhone 18 secara online dan offline di iBox, Digimap, Hello Store, dan Blibli lengkap dengan metode pembayaran.
Sebanyak 252 penerima bansos Gunungkidul membuat pernyataan berhenti judi online. Total 9.921 penerima terindikasi judi online pada 2026.