Advertisement

Imbas Sepi Penumpang, YIA Genjot Pendapatan Non Aero

Anitana Widya Puspa
Minggu, 06 Februari 2022 - 23:17 WIB
Galih Eko Kurniawan
Imbas Sepi Penumpang, YIA Genjot Pendapatan Non Aero Sejumlah pekerja sedang merampungkan pengerjaan Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulon Progo, DIY, Rabu (24/4/2019). - Bisnis/Sri Mas Sari

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Yogyakarta International Airport atau Bandara YIA bakal menggenjot potensi pendapatan di luar penerbangan atau non aero hingga berkontribusi sebanding dengan pendapatan dari bisnis penerbangan.

PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama menuturkan sedang berbenah untuk mengoptimalkan pelayanan dan mengembangkan bisnis non aero. Menurutnya potensinya masih cukup besar untuk mengejar pendapatan dari pelayanan jasa non penumpang pesawat.

“Saat ini porsi pendapatan non aero masih sebesar 30 persen. Kami setidaknya ingin menyeimbangkan menjadi 50 – 50. Rasanya agak sulit kalau di atas itu,” ujarnya, Minggu (6/2/2022).

Upaya yang sedang dilakukan oleh pihak bandara adalah dengan mengubah bandara supaya bisa menjadi destinasi wisata. Pengelola YIA pun telah menyiapkan Airport Educational Tour.

Dengan program ini, masyarakat yang tidak melakukan penerbangan tetap bisa mengetahui seluk beluk terkait dengan bandara sampai ke landasan. Banyak masyarakat dari luar Yogyakarta yang tertarik seperti dari Bandung dan Jawa Timur.

Kemudian, pihaknya uga menciptakan komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di luar kegiatan bandara. Terlebih YIA juga memang didesain sebagai bandara unggulan yang dilengkapi mitigasi bencana, estetika keragaman sejarah Yogyakarta. Agus menyebut banyak area publik menarik yang bisa diakses oleh masyarakat di YIA.

“Kami juga sudah memperbolehkan tak hanya bagi penumpang pesawat yang Check in. Tapi kerabat dan keluarga yang ingin mengantar juga sudah bisa masuk area check in dengan syaratnya kesehatan yang dipenuhi. Mereka diharapkan bisa menggairahkan tenan makanan dan minuman di dalam bandara,” katanya.

Belum lagi, pihaknya juga mencermati bahwa 40 persen penumpang bandara juga turun ke wilayah tugu Malioboro. Kawasan Tugu Malioboro YIA merupakan duplikat ikon Kota Yogyakarta yaitu kawasan Malioboro dan Tugu.

Sudut ini menghadirkan musik pengamen, stand oleh-oleh, stand lesehan, jajanan siap saji, sudut lukis wajah, stand makanan khas kering, becak shuttle, bonceng sepeda shuttle, gerobak dorong shuttle, dan lainnya. Hal ini diharapkan dapat mendorong masyarakat umum untuk menikmati kuliner UMKM.

Terbaru, pihaknya juga membuka rute bersepeda di kawasan bandara. Namun, potensi pendapatan non aero yang cukup besar kedepannya juga bakal diperoleh dari pengembangan kawasan airport city.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tekan Stunting, Kabupaten Magelang Kembangkan Padi Nutrizinc

News
| Kamis, 07 Juli 2022, 13:27 WIB

Advertisement

alt

Girls, Ini Tips Solo Travelling untuk Anda

Wisata
| Selasa, 05 Juli 2022, 16:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement