PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo mencatat sampai 8 Mei 2022, penyuntikan vaksin booster atau penguat baru mencapai 23,22%, setara dengan 87.823 penduduk.
Sementara untuk vaksin dosis kedua, sejauh ini mencapai 83,1% atau 314.393 penduduk dan dosis 1 mencapai 91% atau 334.308 penduduk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kulonprogo Rina Nuryati mengatakan belum maksimalnya vaksinasi di Kulonprogo salah satu kendalanya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat.
"Kesadaran masyarakat [untuk vaksin] masih rendah," ungkapnya kepada Harian Jogja, Senin (9/5/2022). Vaksinasi yang dilakukan masyarakat tidak sepenuhnya terkait dengan pemenuhan syarat untuk perjalanan.
Mengingat, sebagian besar warga Kulonprogo bukan sebagai pemudik. "Tetapi menjadi sasaran daerah tujuan mudik, nah ini juga menjadi tantangan kami untuk mengedukasi masyarakat mau divaksin," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.