Tingkatkan Minat Baca, Denmark Hapus Pajak Buku
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
Kadri Renggono (kedua dari kiri) dalam peletakan batu pertama Gedung PDIN Kota Jogja, Gondokusuman, Jogja, Jumat (20/5/2022)-Ist/Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-- Pembangunan Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) di Kota Jogja mulai dibangun, Jumat (20/5). Lokasi Gedung PDIN berada di Eks Terminal Terban, tepatnya di Jalan C. Simanjuntak Nomor 19 Kelurahan Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja.
Gedung PDIN menjadi lokasi strategis bagi berkembangnya sentra-sentra industri kecil baik di Kota Jogja maupun di kota-kota lain di Indonesia. Kehadiran PDIN diharapkan menjadi pusat pengembangan desain guna meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah nasional, serta membangun sinergi berbagai ekosistem industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah (Disperinkop UKM) Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto, mengatakan, tren sub sektor desain industri ini sangat positif. Terlebih dengan populasi penduduk yang didominasi oleh usia produktif, potensi untuk terbentuknya interaksi antara pelaku industri dan pasar pun sangat besar. Ditambah lagi masyarakat dan pasar sekarang memiliki apresiasi terhadap produk-produk yang berkualitas baik dari sisi desain, harga maupun kualitas produk itu sendiri.
BACA JUGA: Tingkatkan Daya Saing Generasi Muda, Telkom Hadirkan Digitalisasi Pendidikan di Tarutung
“Pemerintah kota Jogja dalam hal ini Disperinkop UKM Kota Jogja melalui PDIN akan mengelola dan mendampingi para pelaku kreatif dalam mengembangkan bisnisnya. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengelola industri dari hulu ke hilir, bekerjasama dengan berbagai asosiasi untuk meningkatkan penggunaan desain produk lokal Indonesia,” kata Tri dalam peletakan batu pertama.
Luas lahan yang digunakan untuk pembangunan PDIN adalah 2.843 meter persegi dengan status tanah hak pakai atas nama Pemetintah Kota Jogja. Dengan rincian lantai dasar untuk halaman parkir dan akses muatan barang. Kemudian lantai satu untuk ruang pameran, ruang seminar, dan plaza. Lantai dua untuk ruang audio visual, ruang diskusi terbuka, perpustakaan, ruang rapat, dan roof garden. Lantai tiga kantor PDIN, kantor sewa, co-working space dan lantai empat untuk kantor mitra dan sirkulasi.
“Biaya fisik bangunannya sebesar Rp34,5 miliir. Dengan melibatkan pihak perencana PT. Yudha Perkasa, manajemen konstruksi PT. Intimulya Multikencana, kontraktor PT Tiga Mas Mitra Selaras, dan pengawasan berkala menyatu dengan perencananya. Kemudian pengerjaannya selama tujuh setengah bulan atau 230 hari dengan kontrak dimulai sejak 13 Mei hingga 29 Desember 2022,” katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jogja, Kadri Renggono, mengatakan, proses peletakan batu pertama yang menjadi penanda dimulainya pembangunan PDIN diharapkan menjadi awal yang baik. Ini menjadi komitmen yang harus terus dijaga dengan mengedepankan kepentingan masyarakat Jogja agar lebih maju, sejahtera, mandiri, dan berdaya saing.
“Kami sampaikan terima kasih atas komitmen semua pihak. Kami mohon kerja nyata dan kerja kerasnya untuk maju bersama membangun Kota Jogja dengan segala dinamikanya, memajukan pariwisata dan ekonomi maupun sektor-sektor lainnya yang memiliki prospek untuk terus dikembangkan,” kata Kadri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Denmark akan menghapuskan pajak penghasilan (PPN) pada buku. Cara ini sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakatnya.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.