Advertisement

Mahasiswa KKN Alma Ata Sukses Gelar Edukasi BPJS dan DAGUSIBU

Media Digital
Minggu, 07 Agustus 2022 - 07:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Mahasiswa KKN Alma Ata Sukses Gelar Edukasi BPJS dan DAGUSIBU Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) menggelar edukasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan edukasi gerakan keluarga sadar obat Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) di pendopo Pedukuhan Manukan, Sendangsari, Manukan, Minggu (24/7/2022) - Ist

Advertisement

BANTUL-Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Manukan Sendangsari Bantul menggelar edukasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan edukasi gerakan keluarga sadar obat Dapatkan Gunakan Simpan dan Buang (DAGUSIBU) di pendopo Pedukuhan Manukan, pada Minggu (24/7/2022). Acara tersebut dihadiri oleh  Dukuh Manukan, Martinah, Ketua RT 1 sampai 6, warga masyarakat, dan seluruh kelompok 17 KKNT Alma Ata.

Hadir juga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok 17, Ika Tri Susilowati, M.Pd yang sekaligus sebagai dosen dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Alma dan pemateri ke-BPJS-an, Fatma Siti Fatimah, S.Kep., Ns., MMR serta pemateri DAGUSIBU, apt.Rizal Fauzi, M.Clin., Pharm. Acara diawali dengan sambutan dari Ibu Martinah mewakili Dukuh Manukan. Selanjutnya adalah penyampaian materi tentang BPJS Kesehatan. Acara berlangsung secara interaktif dan peserta sangat antusias dalam menyimak materi yang disampaikan.

Edukasi BPJS Kesehatan digelar kelompok 17 KKNT Alma Ata dengan tujuan yang bagus. Seperti diketahui, jaminan kesehatan merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Jaminan ini diatur dalam pasal 28H ayat (1) UUD 1945. Menindaklanjuti itu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sejak 1 Januari 2014 menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi masyarakat melalui BPJS Kesehatan. Program BPJS Kesehatan hingga kini sudah diikuti seluruh masyarakat lintas kalangan.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Setiap warga negara wajib mengikuti program BPJS Kesehatan sesuai ketentuan Pasal 14 UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Aturannya, perusahaan wajib untuk mendaftarkan karyawannya mengikuti BPJS, sedangkan orang atau keluarga yang tidak bekerja pada perusahaan wajib mendaftarkan diri dan anggota keluarganya pada BPJS. Sementara itu, BPJS Kesehatan bagi warga miskin ditanggung pemerintah sebagai Program Bantuan Iuran (PBI).

Selain edukasi tentang BPJS Kesehatan, acara tersebut juga mengedukasi warga dukuh Manukan tentang DAGUSIBU, salah satu cara pengelolaan obat yang baik dan benar dalam kampanye Gerakan Keluarga Sadar Obat. DAGUSIBU merupakan singkatan dari “DApatkan, GUnakan, SImpan, dan Buang” obat. DAGUSIBU merupakan konsep dasar kefarmasian dalam penggunaan obat secara rasional oleh pasien, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan dan sejenisnya yang tidak baik untuk kesehatan.

Seperti diketahui, keberadaan obat di tengah masyarakat sangatlah penting. Baik itu obat yang diresepkan oleh dokter atau pun penggunaan obat atas inisiatif sendiri. Oleh karena itu, pemahaman tentang obat juga sangat krusial bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat yang tepat dari penggunaannya. Masyarakat tidak boleh meremehkan bagaimana cara pengelolaan obat. Salah mengelola obat justru berdampak buruk pada diri sendiri dan sekitar.

Adalah penting untuk memahami pengelolaan obat dari awal menerima resep dokter hingga cara membuangnya jika sudah tidak terpakai lagi. Sebab, kesalahan pengelolaan obat dapat berakibat fatal bagi pasien dan lingkungan. Pencemaran dari pembuangan obat-obatan secara sembarangan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang merugikan masyarakat. Penyimpanan obat-obatan yang kadaluwarsa dan tidak terpakai di rumah sangat berbahaya, dan pembuangannya secara tidak aman dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Obat ini bagaikan dua mata pisau. Satu sisi kita membutuhkan dan memberikan efek yang baik apabila digunakan dengan baik, namun di sisi lain dapat menimbulkan efek yang merugikan apabila penggunaannya tidak tepat,” ujar Rizal Fauzi, ketika presentasi tentang DAGUSIBU.

Para peserta sosialisasi dan edukasi yang diinisiasi kelompok 17 KKNT Universitas Alma Ata tersebut sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Peserta memperhatikan dengan seksama setiap materi yang disampaikan, baik materi BPJS Kesehatan yang disampaikan Fatma Siti Fatimah maupun materi DAGUSIBU oleh Rizal Fauzi. Setelah penyampaian materi, cara berlanjut ke sesi tanya jawab hingga acara selesai. Seminar edukasi masyarakat Manukan tentang BPJS dan DAGUSIBU pun sukses oleh kelompok 17 KKNT pun berjalan lancar dari awal hingga selesai.*

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jokowi Geram Indonesia Terus Impor Aspal

News
| Jum'at, 30 September 2022, 08:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement