Advertisement

Pentingnya Reformasi Sistem Pembinaan Atlet Usia Dini Kota Jogja  

Media Digital
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 12:07 WIB
Bhekti Suryani
Pentingnya Reformasi Sistem Pembinaan Atlet Usia Dini Kota Jogja    Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya (kanan) menyerahkan hadiah kepada siswi berprestasi di bidang olahraga tingkat Kota Jogja - Istimewa

Advertisement

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja lewat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jogja berupaya membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini secara terpadu untuk peningkatan prestasi di bidang olahraga di wilayahnya.

Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan komitmen bersama yang dilaksanakan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan unit pelaksana teknis (UPT) dalam meningkatkan prestasi di bidang keolahragaan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Budi Asrori mengatakan, komitmen dalam peningkatan prestasi olahraga tentu membutuhkan dukungan segenap pihak.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Implementasi komitmen itu perlu ditindaklanjuti dengan program pembinaan keolahragaan yang bertahap serta berkelanjutan.

"Kalau semua bergerak secara bersama-sama tentu akan lebih memudahkan dalam peningkatan prestasi," kata Budi, Selasa (2/8).

Budi menyampaikan, selama ini prestasi bidang olahraga di Kota Pelajar masih jauh panggang dari api.

Dengan kata lain, program pembinaan atlet dan sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga memang belum menetapkan standar baku berbasis data ilmiah. Pembinaan siswa di sekolah-sekolah lewat kelas ekstrakurikuler cenderung belum memiliki panduan yang tepat berbasis data minat dan bakat anak.

Oleh karena itu, sebagai tahap awal, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Jogja tengah berupaya mengumpukan data secara terpadu terkait dengan anak usia dini di wilayahnya.

Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan pengukuran sejumlah hal yang nantinya mengerucut pada penentuan potensi maupun minat dan bakat murid.

Advertisement

Melalui program tersebut, diharapkan pembinaan atlet sejak dini bisa dibangun secara optimal.

"Program ini tentu menjadi ruang lingkup yang komprehensif dalam proses penilaian tes bakat dan akan dilanjutkan dengan pembinaan lebih lanjut," kata Budi.

Data Awal

Advertisement

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Jogja, Agus Trimadi menyebut program pengukuran itu ditujukan kepada sejumlah murid sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) rentang usia 11-15 tahun.

Sejauh ini, ada tujuh sekolah yang dijadikan proyek percontohan, yakni masing-masing enam sekolah jenjang SD dan satu sekolah jenjang SMP.

Pihaknya memang fokus pada usia 11 tahun sehingga program pengukuran lebih banyak menyasar siswa SD.

"Pengukuran ini semacam data awal yang akan kami ketahui dari anak terkait dengan bakat olahraganya. Ada 41 cabang olahraga yang akan jadi pengukuran di kesempatan ini dan satu sekolah kami ikutkan kurang lebih sebanyak 30 siswa," kata Agus.

Advertisement

Proses pengukuran, kata Agus, dilakukan dengan metode spot search yang dibagi ke dalam dua bagian yakni kondisi fisik murid kemudian biomotor.

Pihaknya akan melihat kemampuan murid pada bidang ketangkasan dan daya tahan tubuh, postur badan, fungsi koordinasi dalam olahraga serta seni beladiri berikut bidang olahraga yang berbasis pada tantangan.

Pada postur badan, tinggi badan siswa diukur dalam posisi duduk dan berdiri. Kemudian rentang tangan maupun berat badan.

Advertisement

Sementara terkait dengan daya tahan tubuh dan fungsi koordinasi, pengukurannya didasarkan pada kecepatan mereka saat berlari dalam jarak pendek.

"Hasilnya nanti berupa tiga norma pengukuran yang dibagi menjadi kurang berpotensi, potensi sedang dan sangat berpotensi," ujarnya.

Menurut Agus, selain mengukur potensi kemampuan siswa, pihaknya juga menggelar tes psikologi. Dalam tes itu, pihaknya akan mewawancarai siswa yang nantinya berpeluang mendapat pembinaan.

Mereka nantinya akan diminta menjawab sejumlah pertanyaan untuk mengetahui minat dan bakatnya di cabang olahraga tertentu.

Advertisement

Barulah setelah itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jojga akan mengeluarkan laporan yang akan diberikan kepada orang tua murid.

"Laporan itu nanti bisa jadi panduan dan masukan kepada orang tua. Misalnya si anak mempunyai potensi di bidang voli, kami akan sarankan agar bisa diikutkan dalam program klub atau berkoordinasi dengan sekolah untuk pembukaan kelas ekstrakurikuler," jelas dia. (ADV)

 

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dijual Segera, Kerangka Dinosourus Usia 150 Tahun untuk Ruang Tamu

News
| Senin, 26 September 2022, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement