BEDAH BUKU: Genjot Kualitas SDM dengan Membaca
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Ilustrasi haji/Istimewa
JOGJA—Pengelolaan keuangan haji harus dilakukan dengan transparan. Hal ini diperlukan sehingga calon Jemaah dapat mengetahui pengelolaan dana yang mereka setorkan termasuk juga manfaat yang mereka terima.
Dengan demikian, calon Jemaah tidak lagi merasa khawatir akan dana yang mereka setor. Di era digital saat ini, penting bagi calon jemaah haji untuk dapat mengetahui dana haji yang mereka setor secara dengan mudah, kapan pun, dan di mana pun. Hal ini diwujudkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui virtual account.
Virtual account yang dikelola oleh BPKH merupakan milik jemaah haji tunggu yang menampung nilai manfaat atau imbal hasil pengembangan dana setoran. Jemaah dapat memantau saldo yang ada secara real time dan melihat nilai manfaatnya hanya dengan membuka virtual account.
Salah satu Jemaah calon haji, Eka Sumardiyanta, 47, warga Tempel, Sleman, Yogyakarta mengaku virtual account sangat bermanfaat bagi khususnya untuk mengetahui besarnya nilai manfaat dana haji setiap tahun. Virtual account juga merupakan bentuk transparansi BPK dalam mengelola dana haji.
“Melalui layanan virtual account ini, kita dapat memantau langsung, perkembangan dan pengelolaan setoran dana hajinya. Caranya pung sangat mudah, kita tinggal mengecek melalui website va.bpkh.go.id, masukkan nomor virtual account atau porsi, juga tanggal lahir,” ungkap Eka yang mengaku sudah sepuluh tahun menjadi jemaah daftar tunggu.
Saldo yang ada di virtual account dapat digunakan sebagai pengurang nilai pelunasan pada saat jemaah melakukan pelunasan menjelang keberangkatan. “Dari sini kita tahu nilai manfaat yang diperoleh jemaah sangat besar,” kata Eka.
Deputi Bidang Keuangan BPKH Juni Supriyanto mengatakan BPKH selalu berpegang teguh pada prinsip transparansi dalam mengelola keuangan haji yang sangat besar. BPKH melakukan diseminasi kepada masyarakat melalui anggotanya, jajaran di bawahnya, maupun oleh dewan pengawas. Melalui diseminasi tersebut masyarakat diharapkan mendapatkan informasi secara langsung terkait transparansi dana haji.
Virtual account merupakan salah satu terobosan yang dilakukan BPKH agar pengelolaan dana haji
dapat dilakukan secara transparan. Selain itu, layanan virtual account juga merupakan amanah dari UU No.34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji. Virtual account juga merupakan implementasi dari prinsip pengelolaan keuangan haji yang transaparan kepada publik.
Melalui layanan virtual account, jemaah calon haji dapat memantau dan mengecek langsung secara realtime perkembangan dan pengelolaan dana haji yang telah disetorkan. Virtual account memiliki banyak manfaat bagi calon jemaah. Salah satunya adalah calon jemaah dapat memantau dananya dan nilai manfaat yang diterima sebagaimana secara langsung (real time) serta transparan.
Detail penggunaannya juga sangat mudah, cukup masuk ke website https://va.bpkh.go.id/ lalu input
nomor VA atau nomor porsi dan tanggal lahir jemaah. Selain dengan virtual account, bentuk transparansi pengelolaan keuangan haji juga dilakukan dengan penyampaian laporan keuangan kepada masyarakat luas.
Laporan keuangan setiap tahun dipublikasikan di website BPKH yakni https://bpkh.go.id/laporan-keuangan-bpkh/. Dari situ, masyarakat dapat mengakses dengan mudah dan mengunduh laporan tersebut sehingga bisa melihat langsung lebih detail laporannya.
Selain itu laporan keuangan haji juga diaudit langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kemudian dilaporkan kepada Presiden dan DPR RI. Proses pelaporan ini adalah bagian dari upaya BPKH untuk transparansi dana haji ke publik. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.
Changan Nevo Q05 hadir dengan teknologi pintar, fitur keselamatan, motor listrik 120 kW, serta harga mulai Rp339 juta.
Pemkab Kulonprogo dan Bank BPD DIY digitalisasi retribusi wisata, pasar, dan parkir untuk memperkuat PAD dan transparansi transaksi.
Kantor imigrasi baru direncanakan hadir di Gunungkidul pada 2027. Pemkab menyiapkan lahan 2.000 meter persegi beserta gedung.
PSS Sleman mengawali kompetisi dengan tiga kekalahan. Di jeda internasional, Super Elja langsung menggelar latihan untuk membenahi tim.
Influenza A di Indonesia meningkat. Kenali gejala dan 6 cara mencegah penularannya, termasuk memakai masker dan mencuci tangan.