Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Pelaku pembakaran saat diperiksa Polresta Jogja, Kamis (15/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang pemuda berinisial WRK, 30, nekat membakar rumah tetangga indekosnya di Kelurahan Sosromenduran, Gedongtengen, Jogja, pada Kamis (15/9/2022). Polisi menduga pelaku nekat membakar rumah karena dendam pribadi.
Pejabat Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharjo mengatakan mulanya pelaku membakar plastik dan tisu sekitar pukul 02.00 WIB di sebelah rumah korban yang berbatasan dengan tempatnya tinggal di indekos.
“Sebelumnya sekitar pukul 01.00 WIB, pelaku mengonsumsi miras,” jelas Timbul, Kamis siang.
Pembakaran dengan korek api tersebut direkam oleh seorang saksi yang berada di lokasi saat kejadian. “Lalu saksi yang merekam meninggalkan lokasi, tiba-tiba saksi mendengar warga teriak-teriak kebakaran dan sudah ada petugas pemadam kebakaran,” ujar Timbul.
Atas insiden tersebut, pemilik rumah, Hargo Wahyudi, 64, langsung melapor ke polisi. Timbul mengatakan dari keterangan korban, pernah ada permasalahan antara korban dan pelaku. “Sekitar satu bulan yang lalu, pelaku mencuri HP milik korban, tetapi sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Sepekan lalu, korban marah terhadap pelaku karena ditegur hanya bermain handphone terus di masjid. “Korban menegur pelaku yang hanya main HP terus di nasjid dari Subuh hingga Ashar,” jelasnya.
WRK dijerat Pasal 187 KUHP tentang perbuatan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir. Ancamannya hukuman penjara paling lama dua belas tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Sultan HB X dorong Raperda perfilman dan karst untuk lindungi budaya dan lingkungan Jogja secara berkelanjutan.
Sebanyak 1.222 ketua RT dan RW di Kota Magelang menerima honorarium 2026, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian.
Mahasiswa di Sleman jadi korban pengeroyokan OTK dini hari. Dua gigi patah, polisi masih selidiki pelaku dan motif kejadian.
Penderita hipertensi tetap boleh makan daging kurban saat Iduladha. Simak batas aman konsumsi, cara memasak, dan tips sehat dari dokter.
Harga bahan pokok di Sleman jelang Iduladha 2026 relatif stabil. Cabai merah keriting naik 19,58%, sementara telur dan ayam justru turun.