BEDAH BUKU: Orang Tua Diajak Perkuat Pola Asuh Anak
Warga di Padukuhan Sokoliman 1, di Bejiharjo, Karangmojo, diajak lebih serius memperhatikan pola asuh anak sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tim dari Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) / Ist
Yogyakarta - Fakultas Teknologi Informasi dan Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mengembangkan aplikasi media sosial berbasis mobile yang dirancang khusus untuk lansia bernama Duta Yuswa.
Project Duta Yuswa tersebut merupakan hasil kegiatan pengabdian dan penelitian yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek). Dalam pelaksanaannya, pengembangan aplikasi tersebut melibatkan empat orang dosen yaitu Kristian Adi Nugraha, Restyandito, Christine Novita Dewi, dan Danny Sebastian. Selain itu, kegiatan ini juga dibantu oleh tiga orang asisten mahasiswa yang diimplementasikan sebagai salah satu Program Kampus Merdeka yaitu Kevin Alvaro, Keren Dwi Fani, dan Tania Nathalie.
Menurut Ketua Tim Pengabdi Kristian Adi Nugraha, Duta Yuswa didesain secara khusus agar mudah digunakan untuk lansia. Berbeda dengan aplikasi mobile pada umumnya yang sulit digunakan bagi para lansia, Duta Yuswa memiliki beberapa penyesuaian komponen di dalamnya berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa contoh di antaranya seperti penggunaan jenis dan ukuran font tertentu serta penggunaan icon-icon khusus yang diharapkan dapat dipahami dan digunakan oleh lansia dengan mudah. Selain itu, dengan memanfaatkan fitur chatbot yang terdapat pada media sosial lain, Duta Yuswa dapat digunakan untuk bertukar pesan dengan pengguna aplikasi lain seperti Telegram.
Sementara itu Ketua Tim Penelitian Restyandito menambahkan, latar belakang dari dikembangkannya Duta Yuswa adalah terdapat banyak lansia yang menghindar dari kegiatan sosial di masyarakat karena merasa rendah diri dan takut merepotkan orang lain. Selain itu, lansia juga seringkali mengalami permasalahan ekonomi karena sudah tidak bekerja, sementara itu kebutuhan sehari-hari harus tetap terpenuhi. Apabila hal tersebut tidak segera diatasi, maka akan memperlebar gap antara lansia dengan segmen masyarakat yang lain.
Terlebih lansia kesulitan menggunakan teknologi di era yang menuntut semua orang harus menggunakan teknologi untuk aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Duta Yuswa diharapkan dapat menjadi jembatan dengan memberikan wadah bagi para lansia agar dapat tetap bersosialisasi melalui teknologi, sehingga mereka akan merasa mendapatkan dukungan sosial dari masyarakat. Selain itu, Duta Yuswa juga memiliki fitur jual beli dan panduan usaha agar para lansia dapat tetap produktif dengan melakukan kegiatan-kegiatan perekonomian yang mudah dilakukan bagi lansia.
Saat ini, Duta Yuswa masih berada dalam tahap pengujian dan rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun 2022. Selama tahap pengembangan aplikasi, UKDW bermitra dengan YAKKUM Emergency Unit (YEU) yang memiliki jaringan kelompok lansia di dalamnya, salah satunya Kelompok Lintas Generasi (KLG). Pada tanggal 24 September 2022, UKDW melakukan demo purwarupa aplikasi Duta Yuswa di Hotel Crystal Lotus yang dihadiri oleh YEU, Dinas Sosial, dan perwakilan KLG dengan total peserta 50 orang. Pada pertemuan ini juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) agar para peserta dapat memberikan tanggapan dan masukan untuk pengembangan aplikasi Duta Yuswa sebelum diluncurkan kepada publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga di Padukuhan Sokoliman 1, di Bejiharjo, Karangmojo, diajak lebih serius memperhatikan pola asuh anak sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.