283.270 Kasus ISPA Tercatat, Ini 5 Kota dengan Udara Terburuk
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Ayu (tiga dari kiri) Bersama Tim Presentasikan Inovasi Selai Wedang Uwuh Dalam Acara Indonesia Inventors Day (IID) 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali Pada Sabtu hingga Senin, (29-31/10/2022)./Istimewa/UAD
Harianjogja.com, BANTUL—Enam mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengolah wedang uwuh menjadi selai. Inovasi tersebut telah mereka presentasikan di Indonesia Inventors Day (IID) 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali.
IID merupakan ajang pameran inovasi tingkat internasional yang mewadahi para penemu atau pencipta (inventor) maupun ilmuwan di seluruh dunia. IID 2022 diikuti oleh lebih dari 25 negara dan 2000 lebih inventor.
Salah satu mahasiswa bernama Ayu Wahyuni mengatakan bahwa ide tercetusnya selai wedang uwuh ketika mereka berkenalan dengan Sutrisno, Ketua Desa Wisata dan Penasehat Kelompok Jamu Gendong Kiringan yang merupakan Desa Wisata Jamu. Awalnya Ayu dan tim melihat wedang uwuh sebagai minuman yang tidak menarik karena rempah yang digunakan tidak larut air. Dengan bimbingan Sutris, mereka kemudian mengolah wedang uwuh jadi selai.
“Lalu selai wedang uwuh itu kami bawa ke UAD Fair pada Juli. Di sana selai wedang uwuh itu dapat dua kategori juara yaitu makanan dan minuman terunik serta juara poster pemasaran selai wedang uwuh,” kata Ayu dihubungi pada Selasa, (1/11/2022).
Menurutnya, selai wedang uwuh belum ada di Indonesia bahkan dunia. Seiring berjalannya waktu, Ayu dan tim yang terdiri dari Feti Fatimah, Dela Lestari Sirait, Siti Nur Amalia, Umair, Syawal Saputra mendapat kesempatan untuk mengikuti UIN World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) pada Agustus lalu.
“Dan Alhamdulilah kami dapat Gold Medal untuk inovasi wedang uwuh sebagai selai ini,” ucapnya.
Sedangkan di acara Indonesia Inventors Day 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali, mereka mendapat Silver Medal.
Dalam sertifikat yang mereka terima tertulils penghargaan silver diberikan atas inovasi untuk memanfaatkan uwuh menjadi minuman dan makanan siap makan.
Disinggung mengenai kesulitan pengembangan selai, Ayu mengatakan dari beberapa kali pembuatan selai, warna dan rasa yang muncul antarselai dapat berbeda-beda.
“Ada yang warna selainya cokelat dan ada yang merah. Jadi tidak sama padahal bahannya sama dan berasal dari olahan kami sendiri. Itu salah satu rintangan buat kami. Lalu, kadang rasanya kepahitan karena di dalamnya kan ada jahe yang mengandung zat amilum,” lanjutnya.
Ayu juga menjelaskan bahwa dia dan timnya telah mendaftarkan selai wedang uwuh kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) agar mendapat sertifikasi halal disamping mereka juga mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Ayu berharap selai wedang uwuh dapat merambah pasar internasional. “Kami akan coba bawa selai wedang uwuh ke negara lain ketika ada acara mengenai inovasi [makanan dan minuman],” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 283.270 kasus ISPA tercatat hingga 13 Oktober 2026. Simak lima kota dengan kualitas udara terburuk dan cara melindungi kesehatan.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, persoalan PHK, kualitas pekerjaan, dan penciptaan lapangan kerja formal masih menjadi tantangan.
Sekitar 100 anak di Cirebon diduga keracunan setelah menyantap MBG. BGN menanggung biaya pengobatan dan dapur penyedia dihentikan sementara.
Malaysia membatasi akun media sosial anak di bawah 16 tahun dan menyiapkan denda hingga Rp44,97 miliar bagi platform yang melanggar aturan.
Harga emas Pegadaian 21 Oktober 2026: Antam 1 gram Rp2.603.000, UBS Rp2.534.000, dan Galeri 24 Rp2.510.000. Cek harga buyback.
Realisasi KPR subsidi FLPP mencapai 184.342 unit hingga 19 Oktober 2026. BP Tapera mempercepat pembiayaan demi mengejar target 350.000 unit.