Harga Mentimun Naik Dua Kali Lipat, Petani Wonogiri Untung Besar
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Ayu (tiga dari kiri) Bersama Tim Presentasikan Inovasi Selai Wedang Uwuh Dalam Acara Indonesia Inventors Day (IID) 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali Pada Sabtu hingga Senin, (29-31/10/2022)./Istimewa/UAD
Harianjogja.com, BANTUL—Enam mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengolah wedang uwuh menjadi selai. Inovasi tersebut telah mereka presentasikan di Indonesia Inventors Day (IID) 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali.
IID merupakan ajang pameran inovasi tingkat internasional yang mewadahi para penemu atau pencipta (inventor) maupun ilmuwan di seluruh dunia. IID 2022 diikuti oleh lebih dari 25 negara dan 2000 lebih inventor.
Salah satu mahasiswa bernama Ayu Wahyuni mengatakan bahwa ide tercetusnya selai wedang uwuh ketika mereka berkenalan dengan Sutrisno, Ketua Desa Wisata dan Penasehat Kelompok Jamu Gendong Kiringan yang merupakan Desa Wisata Jamu. Awalnya Ayu dan tim melihat wedang uwuh sebagai minuman yang tidak menarik karena rempah yang digunakan tidak larut air. Dengan bimbingan Sutris, mereka kemudian mengolah wedang uwuh jadi selai.
“Lalu selai wedang uwuh itu kami bawa ke UAD Fair pada Juli. Di sana selai wedang uwuh itu dapat dua kategori juara yaitu makanan dan minuman terunik serta juara poster pemasaran selai wedang uwuh,” kata Ayu dihubungi pada Selasa, (1/11/2022).
Menurutnya, selai wedang uwuh belum ada di Indonesia bahkan dunia. Seiring berjalannya waktu, Ayu dan tim yang terdiri dari Feti Fatimah, Dela Lestari Sirait, Siti Nur Amalia, Umair, Syawal Saputra mendapat kesempatan untuk mengikuti UIN World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) pada Agustus lalu.
“Dan Alhamdulilah kami dapat Gold Medal untuk inovasi wedang uwuh sebagai selai ini,” ucapnya.
Sedangkan di acara Indonesia Inventors Day 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali, mereka mendapat Silver Medal.
Dalam sertifikat yang mereka terima tertulils penghargaan silver diberikan atas inovasi untuk memanfaatkan uwuh menjadi minuman dan makanan siap makan.
Disinggung mengenai kesulitan pengembangan selai, Ayu mengatakan dari beberapa kali pembuatan selai, warna dan rasa yang muncul antarselai dapat berbeda-beda.
“Ada yang warna selainya cokelat dan ada yang merah. Jadi tidak sama padahal bahannya sama dan berasal dari olahan kami sendiri. Itu salah satu rintangan buat kami. Lalu, kadang rasanya kepahitan karena di dalamnya kan ada jahe yang mengandung zat amilum,” lanjutnya.
Ayu juga menjelaskan bahwa dia dan timnya telah mendaftarkan selai wedang uwuh kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) agar mendapat sertifikasi halal disamping mereka juga mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Ayu berharap selai wedang uwuh dapat merambah pasar internasional. “Kami akan coba bawa selai wedang uwuh ke negara lain ketika ada acara mengenai inovasi [makanan dan minuman],” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
NORAD dan FAA memberlakukan pembatasan ruang udara di New York dan New Jersey menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di MetLife Stadium.
Jadwal lengkap MotoGP Silverstone 2026, 7-9 Agustus. Rekor 11 pemenang berbeda dan perjuangan Veda Ega Pratama di Moto3.
Google ganti nama NotebookLM menjadi Gemini Notebook dengan fitur eksekusi kode untuk analisis data interaktif. Tersedia untuk pengguna AI Ultra dan Pro.
Film Rumah Singgah angkat kisah persahabatan dan perjuangan melawan kanker. Dibintangi Adhisty Zara dan Devano, tayang 27 Agustus 2026.
Argentina akan mengenakan jersey biru-putih yang identik dengan tiga gelar juara dunia saat menghadapi Spanyol di final Piala Dunia 2026. FIFA juga memastikan