Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Ayu (tiga dari kiri) Bersama Tim Presentasikan Inovasi Selai Wedang Uwuh Dalam Acara Indonesia Inventors Day (IID) 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali Pada Sabtu hingga Senin, (29-31/10/2022)./Istimewa/UAD
Harianjogja.com, BANTUL—Enam mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengolah wedang uwuh menjadi selai. Inovasi tersebut telah mereka presentasikan di Indonesia Inventors Day (IID) 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali.
IID merupakan ajang pameran inovasi tingkat internasional yang mewadahi para penemu atau pencipta (inventor) maupun ilmuwan di seluruh dunia. IID 2022 diikuti oleh lebih dari 25 negara dan 2000 lebih inventor.
Salah satu mahasiswa bernama Ayu Wahyuni mengatakan bahwa ide tercetusnya selai wedang uwuh ketika mereka berkenalan dengan Sutrisno, Ketua Desa Wisata dan Penasehat Kelompok Jamu Gendong Kiringan yang merupakan Desa Wisata Jamu. Awalnya Ayu dan tim melihat wedang uwuh sebagai minuman yang tidak menarik karena rempah yang digunakan tidak larut air. Dengan bimbingan Sutris, mereka kemudian mengolah wedang uwuh jadi selai.
“Lalu selai wedang uwuh itu kami bawa ke UAD Fair pada Juli. Di sana selai wedang uwuh itu dapat dua kategori juara yaitu makanan dan minuman terunik serta juara poster pemasaran selai wedang uwuh,” kata Ayu dihubungi pada Selasa, (1/11/2022).
Menurutnya, selai wedang uwuh belum ada di Indonesia bahkan dunia. Seiring berjalannya waktu, Ayu dan tim yang terdiri dari Feti Fatimah, Dela Lestari Sirait, Siti Nur Amalia, Umair, Syawal Saputra mendapat kesempatan untuk mengikuti UIN World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) pada Agustus lalu.
“Dan Alhamdulilah kami dapat Gold Medal untuk inovasi wedang uwuh sebagai selai ini,” ucapnya.
Sedangkan di acara Indonesia Inventors Day 2022, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association di Bali, mereka mendapat Silver Medal.
Dalam sertifikat yang mereka terima tertulils penghargaan silver diberikan atas inovasi untuk memanfaatkan uwuh menjadi minuman dan makanan siap makan.
Disinggung mengenai kesulitan pengembangan selai, Ayu mengatakan dari beberapa kali pembuatan selai, warna dan rasa yang muncul antarselai dapat berbeda-beda.
“Ada yang warna selainya cokelat dan ada yang merah. Jadi tidak sama padahal bahannya sama dan berasal dari olahan kami sendiri. Itu salah satu rintangan buat kami. Lalu, kadang rasanya kepahitan karena di dalamnya kan ada jahe yang mengandung zat amilum,” lanjutnya.
Ayu juga menjelaskan bahwa dia dan timnya telah mendaftarkan selai wedang uwuh kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) agar mendapat sertifikasi halal disamping mereka juga mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Ayu berharap selai wedang uwuh dapat merambah pasar internasional. “Kami akan coba bawa selai wedang uwuh ke negara lain ketika ada acara mengenai inovasi [makanan dan minuman],” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
GACA melaporkan satu warga Pakistan tewas dan 11 orang terluka akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Veda Ega Pratama menapaki karier Moto3 dari Gunungkidul. Podium GP Brasil dan dukungan keluarga menjadi bagian penting perjalanannya.
Olimpiade Akuntansi UGM 2026 digelar di Sekolah Vokasi UGM, menghadirkan talkshow profesional dan penghargaan bagi para pemenang.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian stagnan pada Senin, 12 Oktober 2026. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Juventus bermain imbang 1-1 melawan Cagliari pada pekan keenam Liga Italia 2026/27. Gol Randal Kolo Muani menyelamatkan Bianconeri.