Advertisement

Tingkatkan Akurasi Data Penggunaan Alat Kontrasepsi, BKKBN DIY Uji Kualitas Data SIGA

Media Digital
Rabu, 30 November 2022 - 09:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Tingkatkan Akurasi Data Penggunaan Alat Kontrasepsi, BKKBN DIY Uji Kualitas Data SIGA Tim Data dan Informasi (DATIN) Perwakilan BKKBN DIY diterjunkan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) ke dua lokasi sampel di dua kabupaten secara terpisah, yaitu Kapanewon Banguntapan Bantul dan Kapanewon Lendah Kulonprogo, belum lama ini. - Ist

Advertisement

JOGJA–SIGA (Sistem Informasi Keluarga) merupakan sebuah sistem yang dibangun oleh BKKBN untuk memudahkan pengelolaan (input-proses-output) data pelaporan dan statistik sehingga dapat menghasilkan informasi yang akurat, relevan, tepat waktu dan bernilai.

Untuk memastikan kendala yang ada dalam penggunaan aplikasi SIGA tersebut serta penyebabnya, Senin 29/11/2022 tim Data dan Informasi (DATIN) Perwakilan BKKBN DIY diterjunkan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) ke dua lokasi sampel di dua kabupaten secara terpisah, yaitu Kapanewon Banguntapan Bantul dan Kapanewon Lendah Kulonprogo.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Penggunaan SIGA dengan update laporan yang benar dan secara rutin memberikan keuntungan berupa kemudahan bagi pengelola data dan informasi di seluruh tingkatan wilayah dalam hal mengelola data laporan tahunan dan bulanan untuk sistem pelayanan KB, pengendalian lapangan serta pemutakhiran basis data keluarga Indonesia.

Juga memberikan kemudahan bagi pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan, dan membantu pengelola data dan informasi di tingkatan wilayah terbawah untuk mendukung pelayanan.

Fasilitas kesehatan (faskes) yang menyelenggarakan pelayanan kontrasepsi baik Rumah Sakit, klinik, maupun praktek mandiri bidan (PMB) merupakan pengguna SIGA. Dengan SIGA pelaporan pelayanan kontrasepsi menjadi lebih mudah dilakukan sehingga statistik rutin BKKBN yang terkait penggunaan alat kontrasepsi selalu terupdate. Apabila faskes atau bidan praktek mengalami kendala dalam menginput pelaporan SIGA dapat meminta bantuan petugas Penyuluh KB setempat. Pada kasus seperti ini Penyuluh KB akan mengambil data manual dari faskes dan membantu menginput ke dalam aplikasi SIGA.

Mulai 2022 diberlakukan New Sistem Informasi Keluarga (SIGA) secara nasional dengan perubahan krusial berupa integrasi sistem sebagai upaya “one and single data” dan perubahan pencatatan dari data agregat (data rekap) menjadi pencatatan by name by address. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kualitas data dan membuat data lebih akuntabel. Entri data hasil pelayanan KB by name by address diharapkan dapat dilakukan pada tingkat paling bawah yang mendekati sumber data, yaitu tempat pelayanan KB, untuk meminimalisasi adanya duplikasi dan kerancuan data hasil pelayanan Keluarga Berencana.

Satu Tim Uji Kualitas Data yang dipimpin Utomo Budi Santosa menemukan bahwa dari 22 Fasilitas Tempat Pelayanan KB yang ada di Kapanewon Banguntapan, masih ada dua fasilitas yang belum didaftarkan secara online. Rekomendasi yang disampaikan Tim adalah melakukan koordinasi dengan Faskes Pelayanan KB tersebut dan segera melakukan pendaftaran kedua tempat tersebut pada Aplikasi New SIGA.

Tim yang dipimpin Utomo juga menemukan bahwa dari 20 Fasilitas Pelayanan KB yang terregister dalam Aplikasi NewSIGA, belum semuanya melaporkan capaian hasil pelayanan KB di Aplikasi NewSIGA. Yang terupdate baru sampai dengan Bulan Agustus 2022.
“Untuk itu kami rekomendasikan kepada Penyuluh KB Kapanewon Banguntapan untuk mengkoordinasikan dan membantu faskes agar data bulan September dan Oktober segera dapat dilaporkan.” Demikian disampaikan Utomo.

Dari uji kualitas Data yang dilakukan pada salah satu Sampel di Fasilitas Kesehatan (Puskesmas), terdapat selisih jumlah akseptor yang ada antara di R/I/KB dengan yang dilaporkan di aplikasi NewSIGA.

Setelah dilakukan konfirmasi, selisih tersebut muncul akibat Akseptor yang tedata dalam R/I/KB tidak ada dalam Data Base Data Keluarga.

“Saran kami data diperbaiki dengan melakukan editing pada laporan yang mengalami selisih dengan cara menambahkan Data Akseptor baru melalui pilihan menu tambah Data Manual dalam Aplikasi, sehingga capaian Akseptor baaru yang belum masuk dalam database ikut terlaporkan dan datanya sama dengan yang tercatat dalam R/I/KB.” Demikian direkomendasikan Utomo kepada pengelola Faskes.

Dihubungi terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Shodiqin SH MM menyampaikan bahwa akurasi dan update data sangat penting.
“Dengan data yang akurat dan selalu update maka permasalahan dan kondisi riil di lapangan yang muncul dapat terpetakan, sehingga perencanaan intervensi kegiatan dapat dilakukan secara tepat," kata Shodiqin.

Uji kualitas data juga telah dilaksanakan di Kapanewon Lendah Kabupaten Kulon Progo oleh Tim yang dipimpin Zuhdy Astuti, Sub Koordinator Datin. Selanjutnya uji kualitas data yang sama juga akan dilaksanakan di tiga kabupaten/kota yang lain.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

AP I Mengaku Belum Terima Info soal Pengurangan Jumlah Bandara Internasional

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:47 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement