Dampak Kemarau, Dompet Dhuafa Distribusikan Air Bersih di Gunungkidul
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Perayaan ulang tahun pertama Pasar Godhong Jati di Taman Madu Bronto pada Minggu (11/12/2022)./Harian Jogja
GUNUNGKIDUL—Pasar Godhong Jati yang berada di Taman Madu Bronto merayakan ulang tahun pertamanya, Minggu (11/12/2022). Pasar tradisional yang menawarkan berbagai wisata tersebut dinilai Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY jadi contoh baik pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat.
Pasar yang menggunakan daun pohon jati sebagai nilai tambahnya dalam menjajakan jajanan pasar tersebut menyediakan berbagai wisata, dari wisata edukasi pertanian hingga wisata alam susur sungai. Atraksi wisata berupa seni tradisi juga kerap ditampilkan untuk memeriahkan Pasar Godhong Jati, dari Jatilan hingga Pagelaran Wayang Kulit.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinpar DIY Kurniawan menjelaskan Pasar Godhong Jati mampu memadupadankan berbagai potensi lokalnya.
“Dari produk ekonomi kreatif yang dijual di pasarnya berupa kuliner, atraksi wisata dalam bentuk seni tradisi, sampai kekayaan keindahan alamnya dapat dipadukan jadi wisata yang menarik,” jelasnya, Senin (12/12/2022).
Kurniawan menyebut turis mancanegara tertarik dengan Pasar Godhong Jati. “Ketertarikan turis mancanegara ini harus terus dipromosikan keluar lagi agar makin banyak yang berkunjung ke sana,” katanya.
Pasar Godhong Jati, jelas Kurniawan, dikelola dengan baik oleh masyarakat. “Dari penjualnya, pengelolanya, pemandunya hampir semuanya masyarakat ini contoh baik wisata berbasis masyarakat,” ujarnya.
Ekonomi masyarakat di Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen, lanjut Kurniawan, dapat terus meningkat berkat wisata Pasar Godhong Jati. “Kami terus dorong pengembanganya agar masyarakat juga terus meningkat ekonominya berkat wisata tersebut,” ucapnya.
Pengelola Taman Madu Bronto Mulyanto mengapresiasi dukungan Dinpar DIY selama ini. “Meskipun yang mengelola masyarakat, tapi tanpa bantuan pemerintah sulit juga bisa bertahan sampai setahun,” katanya, Minggu (11/12/2022).
Mulyanto menjelaskan dukungan pemerintah tersebut berupa pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas bagi wisatawan, promosi, hingga pelatihan bagi pengelolanya. “Kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar kami terus bisa berkembang mengelola wisata ini,” jelasnya.
Ekonomi dan seni tradisi, jelas Mulyanto, terus berkembang berkat Taman Madu Bronto. “Masyarakat di sini bisa meningkat berkat jualan dan jadi pemandu wisata, seni tradisi kami juga dapat terus eksis karena mendapat akses yang memadai untuk tampil di daerah sendiri,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Analisis APK mengungkap indikasi fitur baru ChatGPT yang memungkinkan pengguna membuat stiker WhatsApp langsung dari perintah teks. OpenAI belum memberikan konf
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan Daily Telegraph mengungkap dugaan hubungan gelap dengan mantan karyawan UEFA yang menerim
Presiden AS Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif baru untuk memperketat aturan kewarganegaraan dan membatasi praktik birth tourism. Kebijakan ini
Apple merilis macOS Tahoe 26.6.1 untuk menambal celah keamanan Screen Sharing yang berpotensi memungkinkan akses tanpa kredensial valid. Pengguna Mac disarankan
GIIAS 2026 menghadirkan puluhan mobil baru dari berbagai merek. Simak daftar 10 mobil paling menarik, mulai Suzuki XL7 terbaru hingga Mazda 6e dan Toyota Land C