Tembok SDN Minomartani 2 Roboh, Diduga Berdiri Sejak 1980
Tembok SDN Minomartani 2 roboh dan melukai 10 warga. Polisi menemukan tembok diduga berdiri sejak 1980 tanpa pondasi memadai.
Suasana Alumni Berbgai yang digelar FKKMK UGM pada Sabtu (30/9/2023) di Auditorium FKKMK UGM./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar Meridian Alumni Berbagi. Kegiatan ini diharapkan dapat membagi pengalaman dan pengetahuan para alumni yang dapat dijadikan rujukan meniti karir para lulusan FKKMK UGM.
Ketua Panitia Meridian 2023, Riani Witaningrum menjelaskan Alumni Berbagi tahun ini mengusung tema Empowering Healthcare Professionals: A Journey to Purpose, Resilience and Impact. Tema itu dipilih merujuk bagaimana tenaga kesehatan bisa memiliki tujuan yang sama dan mengupayakan tujuan itu agar berdampak bagi kemaslahatan masyarakat. "Terutama pada bidang kesehatan secara umum di Indonesia," ungkapnya pada Sabtu (30/9/2023) di Auditorium FKKMK UGM.
BACA JUGA : Kejagung Dalami Keterlibatan Menteri Dito Ariotedjo di Kasus Korupsi BTS Kominfo
Alumni Berbagi sudah digelar sejak tahun 2017 dan selanjutnya rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Kegiatan ini berada di bawah Unit Alumni bekerja sama dengan KAGAMA Kedokteran dan organisasi mahasiswa di FKKMK UGM. Alumni Berbagi tahun ini juga sekaligus menjadi momen peluncuran Career Development Center untuk alumni.
Kegiatan Alumni Berbagi mendatangkan alumni-alumni fakultas dari bidang keilmuan kedokteran, keperawatan, maupun gizi. Para alumni yang hadir selanjutnya berbagi pengalaman, masukan, saran, maupun memberi wawasan bagi mahasiswa mengenai target karir secara tepat. Acara ini terbuka bagi mahasiswa, lulusan FKKMK UGM juga untuk umum.
"Dengan harapan nanti narasumber dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pencapaian karir di bidang masing-masing," katanya.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni dan Pengabdian Kepada Masyarakat FKKMK UGM, Sudadi menambahkan hal yang mendasari digelarnya Alumni Berbagi adalah kegamangan dari sejumlah mahasiwa pasca lulus. "Sehingga muncul ide Alumni Berbagi, untuk memberikan gambaran setelah lulus itu seperti apa," ujarnya.
Karenanya para alumni didatangkan untuk berbagi pengalaman serta beragam peluang pasca mahasiswa rampung studi. "Semoga nanti dari para pembimbing bisa memberikan masukan-masukan dan tentunya ini akan berguna bagi kelanjutan karir dari para alumni," ujarnya.
Sudadi berharap berbagai pengetahuan yang terbagi tidak hanya berhenti dalam kegiatan ini. "Semoga acara hari ini tidak hanya berhenti untuk berbagai pengalaman. Dari unit alumni sudah ada mentoring untuk karir juga sebetulnya dan ini adalah suatu kelanjutan yang terus menerus kita jalankan," tegasnya.
Career Development Center yang diluncurkan memuat program-program softskills seperti pelatihan mempresentasikan diri baik melalui media konvensional, maupun menggunakan teknologi seperti video dan media sosial. Softskills untuk meningkatkan kualitas lulusan juga sudah masuk sebagai mata kuliah seperti professional behaviour (PB), community and family health care (CFHC) dan kuliah kerja nyata (KKN). Ia berharap dengan adanya CDC program-program ini akan lebih terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tembok SDN Minomartani 2 roboh dan melukai 10 warga. Polisi menemukan tembok diduga berdiri sejak 1980 tanpa pondasi memadai.
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.