Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, terpantau adanya bibit Siklon Tropis 99W di Laut Cina Selatan sebelah Timur Vietnam Samudera Hindia tepatnya di sekitar 14.5°LU 110.7°BT.
Berdasarkan rilis dari BMKG DIY yang diterima Harianjogja.com, Senin (16/10/2023), Siklon angin itu memiliki kecepatan maksimum 15 knots dan tekanan udara minimum 1006 hPa.
Sementara itu, posisi matahari yang berada di selatan khatulistiwa karena gerak semu tahunan matahari menyebabkan tingginya radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi. Hal itu mengakibatkan kondisi tekanan udara yang lebih rendah dibandingkan area sekitarnya sehingga angin yang berhembus semakin kencang.
Selain itu, dari pantauan hasil pengamatan Automatic Weather Station (AWS) BMKG di beberapa wilayah DIY seperti Kabupaten Sleman (Pakem, Mlati), Kota Jogja, dan Kulonprogo, kecepatan angin yang tercatat pada 15 Oktober 2023 pada pukul 11.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB berkisar 10 – 17 knot (18 – 30 km/jam).
BACA JUGA: Dua Tenda Roboh Dihantam Angin Puting Beliung di Bantul
Adanya bibit Siklon Tropis 99W dan tingginya radiasi matahari ini menyebabkan adanya potensi angin kencang dengan kecepatan di atas 10 knot dan kecepatan angin maksimum sesaat (Gusty) yang masih berpotensi terjadi di wilayah DIY dalam beberapa waktu ke depan terutama pada siang hingga sore hari.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat sekitar agar tetap waspada terhadap potensi dampak akibat angin kencang di beberapa wilayah DIY terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Selain itu, BMKG Yogyakarta juga menghimbau kepada masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar dan mengantipasi pohon tumbang dengan melakukan penebangan pohon yang rindang dan rawan tumbang.
Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Selatan, Bantul bagian Timur dan Selatan, dan Gunungkidul pada siang-sore hari.
Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Selatan, Bantul bagian Timur dan Selatan, dan Gunungkidul pada siang-sore hari.
Sleman bagian Utara, Kulon Progo bagian Selatan, Bantul bagian Timur dan Selatan, dan Gunungkidul pada siang-sore hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.