Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi petugas PLN./ IST
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga Sleman perlu bersiap-siap karena pihak PLN akan melakukan pemadaman listrik di sejumlah wilayah pada Selasa 14 November 2023.
Pemadaman listrik dilakukan selain pemeliharan rutin juga peningkatan pelayanan kepada pelanggan PLN.
Adapun jadwal pemadaman listrik sebagai berikut:
Unit Layanan Pelanggan Sleman:
Waktu : 10.00 - 13.00 WIB
Tujuan / keperluan : Pemeliharaan jaringan
Lokasi Pemadaman: Dn. Poton, Dn. Tambakrejo, Pr.GTA, Dn.Banteran, Dn.Tanjung, Dn.Panasan, Ringin Putih, Dn. Brayut, SMAN 2 Sleman, dan sekitarnya
Unit Layanan Pelanggan Kalasan:
Waktu: 10.00 - 13.00 WIB
Tujuan / Keperluan : Pemeliharaan Jaringan
Lokasi Pemadaman: Dn. Lodadi dan sekitarnya
Adapun waktu pemadaman dapat berubah di luar jadwal.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, PLN tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan harapan pelanggan bisa segera menyala, dan kembali menikmati pelayanan listrik dari PLN," tulis PLN dikutip Harianjogja.com dari laman Instagramnya @plnjogja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Didik Nini Thowok mengingatkan generasi muda untuk memegang filosofi napak lemah, menjaga jati diri budaya, dan tidak melupakan sejarah.
Pemuda Kulon Progo diajak menyumbangkan gagasan dan inovasi untuk membangun daerah serta menyongsong Indonesia Emas 2045.
DPRD Sleman mendorong Karang Taruna menghadirkan program berkelanjutan untuk menangani persoalan sosial, mengembangkan pemuda, dan meningkatkan kesejahteraan wa
Kericuhan pecah di Malioboro usai demo pada Rabu petang. Massa dan polisi saling melempar benda, sementara wisatawan diimbau menghindar.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.