Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY menyatakan bahwa DIY kemungkinan besar mendapat tambahan kuota haji pada musim haji 1445 Hijriah/ 2024 Masehi mendatang.
Tambahan kuota untuk DIY tersebut bagian dari tindak lanjut dari tambahan kuota haji 20.000 orang untuk Indonesia dari Arab Saudi. “Ketika ada tambahan 20.000 orang secara nasional, kita dari DIY mendapat informasi ada tambahan kuota haji sekitar 300 sekian,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag DIY, Masmin Afif di Jogja, Selasa (28/11/2023).
Masmin mengatakan kuota eksisting tahunan jemaah haji DIY ada 1.147 orang. Dengan adanya tamabahan kuota 300 orang tersebut, maka kuota haji DIY pada 2024 mendatang ada sekitar 1.447 orang.
Tambahan kuota haji untuk DIY tersebut, kata Masmin, sangat bermanfaat mengingat daftar tunggu haji DIY saat ini mencapai 34 tahun. Ia menjelaskan ketika jemaah calon haji mendaftar tahun ini, maka akan diberangkatkan ke Tanah Suci 34 tahun kemudian.
“Jadi, kalau hari ini usia 40 tahun baru daftar, besok berangkatnya saat usia 74 tahun. Makanya, yang sudah ada kemampuan, segera daftar," ucapnya.
BACA JUGA:
Lebih lanjut Masmin mengatakan jadwal haji tahun depan akan dimulai pada Mei 2024. Namun sebelum bulan itu jemaah calon haji diminta untuk melunasi biaya haji. Sesuai kesepakatan Kemenag bersama DPR RI, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2024 naik menjadi Rp93,4 juta.
Dari jumlah tersebut biaya perjalanan ibadah haji yang dibebankan kepada jemaah calon haji sebesar Rp56 juta. Sisanya ditanggung dari nilai manfaat uang setoran awal jemaah calon haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Sambil menunggu Keputusan Presiden (Kepres) terkait Biaya Penyelenggraaan Ibadah Haji 2024, Masmin meminta masyarakat calon jemaah haji yang masuk dalam daftar tunggu tahun depan untuk mempersiapkan diri pelunasan dana haji.
“Masyarakat diberikan kesempatan mengangsus agar saatnya nanti pelunasan sudah siap untuk melunasi,” katanya. Bagi jemaah calon haji yang tidak melunasi biaya haji sampai batas waktu yang ditentukan nantinya bakal digantikan oleh jemaah calon haji yang masuk daftar tunggu berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) resmi meluncurkan Pusat Pengembangan Bahasa untuk Kompetensi, Komunikasi, dan Bisnis pada Rabu (29/7/2026).
Sebanyak 45 kebakaran lahan terjadi di Bantul hingga 26 Juli 2026, mayoritas dipicu pembakaran sampah yang tidak diawasi.