KPK Tahan Fahd Arafiq hingga Bos Summarecon Usai OTT HGB Bogor
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.
Ilustrasi beras di pasar tradisional. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Harga beras di Kabupaten Kulonprogo disebut mulai turun seiring dengan beberapa wilayah sudah mulai panen.
Pengusaha penggilingan padi di Kalurahan Tuksono Kapanewon Sentolo, Lilik di Kulonprogo, Senin, mengatakan penurunan harga sudah terjadi sejak dua minggu terakhir.
"Harga beras sudah turun, yakni di bawah Rp15.000 per kilogram untuk kualitas medium," kata Lilik.
Ia mengatakan wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah mulai memasuki masa panen. Begitu juga di wilayah Kulonprogo.
"Kami menyerap gabah petani, tapi tidak dalam jumlah banyak. Kami takut harga gabah dan padi turun lagi," katanya.
Sementara itu, Kepala Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo Sudarna mengatakan harga beras di tingkat pedagang pasar rakyat di Kulon Progo sudah turun.
Sebelumnya, harga beras di kisaran Rp16.000 sampai Rp17.000 per kilogram, sekarang berkisar Rp15.000 sampai Rp16.000 per kilogram tergantung kualitas beras.
"Pada awal Ramadhan ini, harga beras mengalami penurunan," katanya.
BACA JUGA: Bendungan Super Kuliner Segera Dibentuk di Kulonprogo, Bakal Jadi Ikon Baru
Sudarna mengatakan harga komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni daging ayam potong yang kini menyentuh kisaran Rp40.000 per kilogram dan telur ayam di kisaran Rp30.000 per kilogram.
"Permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut naik," katanya.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disdagin Kulon Progo Endang Zulywanti mengatakan permintaan masyarakat mulai meningkat mendekati awal Ramadhan. Kondisi ini berpengaruh kepada harga pangan.
"Seperti permintaan telur ayam yang tinggi karena untuk bahan kue Idul Fitri sehingga harganya terkerek naik," kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
243 reklame rokok ditemukan tak berizin dan tak bayar pajak di Kulonprogo. DPRD menyoroti potensi kebocoran PAD dari reklame.
Herlina Pakpahan meminta Srikandi Hanura turun langsung menyerap aspirasi perempuan melalui kaderisasi, pengabdian dan solidaritas.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi 49,85 ton kacang tanah ilegal asal India dari Pelabuhan Dumai hingga Jakarta Utara.
Wamen ATR Ossy Dermawan mengungkap arahan Nusron Wahid di tengah kasus suap HGB dan gratifikasi di lingkungan ATR/BPN.