BGN Luncurkan Aplikasi Pengawas Kualitas Makan Bergizi Gratis
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Pembangunan jembatan elevated Tol Jogja Bawen di Selokan Mataram di sekitar Desa Margokaton, Seyegan, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— Untuk menyelesaikan dua proyek strategis nasional (PSN), jalan Tol Jogja Solo YIA dan Tol Jogja Bawen, PT Adhi Karya (Persero) mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari APBN Rp2,09 triliun untuk 2025.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (8/7/2024) lalu, Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson menjelaskan alokasi dana tersebut untuk menyelesaikan jalan tol Solo-Jogja-Kulonprogo sebesar Rp1,92 triliun dan jalan tol Jogja-Bawen sebesar Rp173 miliar.
BACA JUGA: Susun RDTR, Pemkab Kulonprogo Berjanji Kawasan Tol Jogja-YIA Menguntungkan Masyarakat
Menurut Entus, kebutuhan PMN itu diajukan karena adanya perubahan kondisi pada pembangunan Tol Jogja-Bawen. Pertama, adanya kenaikan biaya konstruksi dan investasi dari Rp14,2 triliun menjadi berkisar Rp18,3 triliun.
"Kenaikan biaya konstruksi ini dalam upaya menjaga cagar budaya seperti Selokan Mataram dan situs-situs penting lainnya," kata Entus dikutip Jumat (12/7/2024).
Sementara itu, jalan tol Jogja-Bawen sepanjang 74,94 km terdiri dari enam seksi, yakni Sleman-Banyurejo, Banyurejo- Borobudur, Borobudur-Magelang, Magelang-Temanggung, Temanggung-Ambarawa, dan Ambarawa-JC Bawen.
"Jalan tol Jogja-Bawen, direncanakan selesai secara keseluruhan pada semester II tahun 2027," kata Entus.
Alasan kedua, lanjut Entus, adanya peningkatan saham Adhi Karya dari 12,5% menjadi 13,16% akibat pemegang saham lainnya tidak melakukan setoran modal pada 2022.
Perubahan kondisi juga terjadi pada pembangunan tol Solo-Jogja-Kulonprogo berupa perubahan saham ADHI dari 24% menjadi 47,18%.
BACA JUGA: Terdampak Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen, 3 SMK di Sleman Tak Semua Direlokasi
Pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo sepanjang 96,57 km oleh Adhi Karya terbagi ke dalam tiga tahap. Tahap I terdiri dari Kartasura-Purwomartani sepanjang 42,37 km, Purwomartani-Maguwoharjo sepanjang 3,62 km, dan Trihanggo-Junction Sleman sepanjang 3,25 km.
Tahap II menghubungkan Junction Sleman-Purworejo sepanjang 38,5 km, dan Tahap III Maguwoharjo-Trihanggo sepanjang 8,75 km. "Semua pekerjaan ini akan selesai pada 2026,” kata Entus.
“Dengan adanya PMN, PT Adhi Karya akan mampu mendukung penyelesaian PSN dengan tetap menjaga kesehatan keuangan perusahaan serta meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing perusahaan,” ucap Entus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk memantau kualitas Makan Bergizi Gratis melalui penilaian guru dan posyandu
Badan Gizi Nasional (BGN) ingatkan masyarakat waspada penipuan pendaftaran SPPG. Pendaftaran hanya melalui portal resmi, BGN tidak pakai perantara.
DPRD Kota Jogja akan memverifikasi langsung program Pemkot Jogja terkait sampah, Malioboro, hingga pengawasan rumah kost.
Google Health 5.0 wajib di-update bagi pengguna Fitbit. Simak ulasan mengenai fitur baru, masalah AI Gemini, hingga hilangnya fitur komunitas di sini.
Miley Cyrus jadi artis kelahiran 90-an pertama yang meraih bintang di Hollywood Walk of Fame. Simak pidato haru dan pesan mendalam sang penyanyi di sini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana membangun fasilitas olahraga berupa jogging track di seluruh kapanewon.