Hari Jadi Gunungkidul ke-196, Gayeng Guyub dan Tentrem Atine
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman menaksir ada lahan seluas 4.000 hektare yang mulai panen raya padi di bulan ini. Diharapkan panen raya ini mampu menambah stok beras sebanyak 2.374,8 ton.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan, wilayah Sleman saat sekarang sudah memasuki musim panen raya padi untuk masa tanam kedua. Diperkirakan pada Juli ini ada lahan seluas 4.000 hektare yang siap panen.
Menurut dia, untuk masa tanam kedua tidak ada masalah karena serangan hama dapat dikendalikan. Di sisi lain, juga sudah melakukan pengubinan terkait dengan hasil panen.
Berdasarkan penghitungan yang dilakukan, setiap satu hektare lahan mampu menghasilkan gabah kering giling sebanyak 5,97 ton. Hal itu berarti dengan luas panen mencapai 4.000 hektare di bulan ini, maka dapat menambah stok gabah sebanyak 2.347,8 ton.
“Hasilnya bagus karena serangan hama juga tidak ada sehingga panennya baik,” kata Siti, Senin (15/7/20024).
Diharapkan dengan adanya tambahan stok ini, maka kebutuhan beras di Masyarakat tetap bisa terpenuhi. Diperkirakan panen padi masih aka bertambah karena masih ada Lokasi yang belum dipanen. “Rata-rata di Sleman setahun bisa panen padi hingga tiga kali. Setelah masa panen selesai, petani mulai menyiapkan untuk masa tanam ketiga,” katanya.
Salah seorang petani di Padukuhan Dondong, Tegaltirto, Berbah, Ngatijah mengatakan, padi yang ditanam dapat tumbuh dengan bagus. Kondisi ini berdampak terhadap hasil panen yang mulai dipetik.
Meski belum menghitung secara pasti, tapi dari penglihatan bulir padinya banyak isinya sehingga hal tersebut membuatnya senang. “Belum ditimbang karena masih dalam proses panen. Tapi memang hasilnya bagus,” kata Ngatijah.
Ia mengaku setelah masa panen berakhir akan memanfaatkan lahan untuk menanam jagung. Langkah ini sebagai upaya menjaga kondisi tanah tetap subur sehingga tidak ditanami padi secara terus menerus.
“Mungkin yang lain bisa panen padi hingga tiga kali. Tapi, saya cukup dua kali karena untuk masa tanam ketiga lebih memilih menanam jagung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Gunungkidul ke-196 mengusung tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine dengan pesan kebersamaan dan kemandirian daerah.
Kementerian Imipas mengungkap miras dan fasilitas mewah di Lapas IIA Cibinong merupakan milik narapidana kasus korupsi Jimmy Masrin.
Rektor ISI Jogja Irwandi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Fotografi dan menjadi dosen pertama yang meraih profesor lewat jalur karya seni.
Pemerintah dan DPR memfinalisasi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang direncanakan disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Krisis air akibat kemarau diperkirakan masih membayangi sejumlah wilayah RI hingga November 2026. Kementerian PU menyiapkan mitigasi.
DPRD Kota Jogja mendorong Raperda P4GN untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, perlindungan, dan rehabilitasi narkotika.