DPRD Gunungkidul Segera Bahas 3 Raperda Baru, Ini Daftarnya
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kondisi lalu lintas di Simpang Bogem, Kalasan. Meski terjadi peningkatan arus kendaraan, tapi kondisinya terpantau ramai lancar. Sabtu (14/9/2024)./Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Memasuki libur panjang bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad arus lalu lintas di pintu masuk Prambanan terlihat ramai dan lancar. Sejumlah kendaraan berpelat nomor luar kota terlihat masuk ke Sleman dan sekitarnya.
Iring-iringan kendaraan yang akan masuk ke wilayah DIY sudah terlihat sejak dari perbatasan Klaten, Jawa Tengah. Beberapa mobil berpelat luar daerah, seperti S, L, H, K, F hingga B yang memasuki Prambanan, Sabtu (14/9/2024) sore, tampak mengular.
Meski ada kepadatan di lampu lalu lintas di Simpang Tiga Prambanan dan Simpang Bogem, tetapi tidak sampai terjadi kemacetan. Laju kendaraan di kisaran 40-50 kilometer per jam.
Salah seorang warga Sukoharjo, Jawa Tengah, Istiani mengatakan, sudah sering bolak balik Sukoharjo-Sleman. meski demikian, untuk Sabtu sore, kondisi lalu lintas lebih ramai dari biasanya.
Oleh karena itu, waktu tempuh juga lebih lama. Biasanya dengan waktu 1,5 jam sudah sampai di Sleman, tapi sekarang membutuhkan waktu sekitar dua jam.“Tidak bisa ngebut karena ramai sehingga waktu yang ditempuh lebih lama,” kata Istiani, Sabtu Sore.
BACA JUGA: Pustral UGM Sebut Pemanfaatan Big Data Bisa Jadi Solusi Masalah Kemacetan di Jogja
Dia pun bisa memaklumi ramainya jalan Jogja-Solo dikarenakan bertepatan dengan libur panjang. “Kan liburnya tiga hari. Jadi, dimanfaatkan banyak orang untuk berwisata ke Jogja dan sekitarnya. Kalau saya, ingin menengok saudara di Godean,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wahyudi, salah seorang warga di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. Menurut dia, lalu lintas lebih ramai dari biasanya baik dari arah Jogja ke Klaten atau pun sebaliknya. “Memang lebih ramai, tapi tidak terjadi kemacetan,” katanya.
Dia menduga kondisi ini terjadi karena bertepatan dengan momen libur panjang. “Buktinya banyak kendaraan dari luar daerah yang masuk ke Jogja dan sekitarnya. Jadi, wajar kalau lebih ramai dari biasanya,” kata Wahyudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
BPK menyoroti ketidakjelasan status kelembagaan SKK Migas yang dinilai berdampak pada tata kelola dan ketahanan energi nasional.
DPRD Kulonprogo meminta jaringan SPAM diperluas di kawasan Menoreh karena masih ada warga yang belum terjangkau air bersih.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.