Pemkot Yogyakarta Kembali Gelar Bedah Rumah
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Suasana Temu Alumni SV UGM pada Sabtu (12/10/2024) di Ballroom Gedung TILC SV UGM./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN—Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) kembali mengadakan acara Temu Alumni Sekolah Vokasi 2024 dengan mengangkat tajuk Menghubungkan Generasi, Menginspirasi Perubahan.
Sesuai tema yang diusung, Temu Alumni berupaya terus merekatkan hubungan para alumni SV UGM untuk bisa berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Agus Maryono mengungkapkan gelaran Temu Alumni diadakan setiap tahunnya dan tahun ini memasuki edisi ke-10. Temu Alumni ini lanjut Agus punya tujuan untuk menghimpun kekuatan atau energi antara alumni SV dengan almamaternya agar dapat terus terjaga.
"Supaya, ilmu pengetahuan yang ada pada saat alumni itu sekolah sampai sekarang, sampai nanti, itu dapat terus tertansfer," kata Agus pada Sabtu (12/10/2024) di SV UGM.
Pertemuan para alumni ini juga diharapkan Agus dapat terus menjaga ide-ide pengajaran yang dibawa para alumni. Harapannya alumni bisa membawa ide-ide pengajaran bisa terus memberi bimbingan kepada masyarakat.
BACA JUGA: Duel Empat Siswa SMP, Satu Meninggal Dunia
Tak hanya itu, penelitian dan riset yang diciptakan SV UGM harapannya bisa dibawa oleh para alumni untuk diimplementasikan langsung di lingkungan masyarakat. Dengan demikian produk maupun karya buatan SV UGM bisa cepat diserap, digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. "Alumni adalah jembatan untuk hilirisasi. Ini fokus penting kita," ujarnya.
Eksistensi para alumni punya peranan penting bagi civitas akademika SV UGM saat masih menempuh pendidikan maupun pasca lulus. Sejumlah alumni menjadi dosen praktisi yang mengajar langsung para mahasiswa SV UGM.
"Dosen praktisi itu adalah para alumni yang memang kompeten di bidangnya kita undang sebagai dosen-dosen kita," katanya.
Para alumni yang punya lini industri atau bekerja di sektor industri selanjutnya menjalin kerja sama mitra. Para mahasiswa yang membutuhkan pengalaman magang bisa menimba ilmu di industri milik alumni.
Selain menjadi tempat belajar magang, alumni juga bisa membantu menyerap para lulusan SV UGM untuk masuk di dunia kerja.
"Ketika dia lulus dia bisa terserap di dunia kerja, di industri, maupun di masyarakat. Sebetulnya tujuan kita itu hanya satu, bagaimana alumni kita itu berhasil. Berhasil di masyarakat, mengembangkan Tri Dharma. Yakni tetap mengajar sebagai penerang di masyarakat, tetap melaksanakan riset, mengimplementasikan riset terapan kepada masyarakat dan tetap melakukan pengabdian," tegasnya
Dalam Temu Alumni ini, sejumlah beasiswa diberikam. Sebanyak 20 mahasiswa SV ugm menerima beasiswa Kavogama Award dengan nilai mencapai Rp20 juta.
Dalam momen ini diberikan juga Penghargaan Alumni Cipta Kerja dari SV UGM kepada enam alumni berpengaruh yang membuka lapangan pekerjaan di luar sana.
Ketua Umum Keluarga Alumni Vokasi Gadjah Mada (KAVOGAMA), Mas Yanto Herlianto berharap beasiswa yang diberikan bisa sedikit membantu para mahasiswa.
Sementara penghargaan Alumni Cipta Kerja diharapkan mampu mendorong pembukaan lapangan kerja lainnya oleh para alumni SV UGM.
Selain memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi dan kepada alumni berpengaruh, Kavogama lanjut Yanto tetap membantu mahasiswa SV UGM yang mencari lokasi magang maupun para lulusan yang ingin mencari lapangan kerja.
"Untuk menyalurkan tenaga kerja sudah otomatis, selain itu Kavogama juga membantu mahasiswa yang akan magang, praktik kerja, kunjungan," ujarnya.
Ketua Umum PP KAGAMA, Ganjar Pranowo menyampaikan dukungannya terhadap alumni SV UGM agenda Temu Alumni ini. Ia berharap pertemuan ini jadi sarana diskusi untuk bisa terus berkontribusi kepada masyarakat.
"Untuk teman teman alumni Sekolah Vokasi UGM. Selamat berkumpul, selamat bertemu kawan kawan. Tentu banyak hal yang bisa didiskusikan dan saya yakin betul teman-teman alumni Vokasi UGM bisa berkontribusi pada masyarakat, bangsa dan negara, karena saya tahu banyak sekali hasil penelitian dan karya karya yang langsung diberikan kepada masyarakat," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggulirkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, Minggu (17/5/2026).
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.