Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label, Kerugian Capai Rp89 Triliun
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Pemadam Kebakaran - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Penambahan atau pembangunan posko pemadam kebakaran (damkar) untuk wilayah Sleman bagian timur sangat mendesak karena kasus kebakaran di kawasan tersebut cukup tinggi. Hal ini diutarakan Wakil Bupati (Wabup) Sleman, Daerah Istimewa Jogja (DIY), Danang Maharsa.
"Saat ini baru ada posko damkar di Sleman tengah dan Sleman barat, untuk timur belum ada. Sedangkan di wilayah Sleman timur beberapa kali terjadi kasus kebakaran," kata Danang di Sleman, Selasa (3/12/2024).
Menurut dia, penambahan posko damkar di Sleman timur tersebut juga didasari perkembangan kondisi wilayah saat itu dan adanya sejumlah pembangunan objek penting di wilayah itu.
"Dari sisi lalu lintas juga sangat padat, sehingga menjadi hambatan tersendiri untuk pergerakan armada damkar dari wilayah tengah ke Sleman timur," katanya.
Selain itu penambahan posko di Sleman timur, kata dia, juga untuk mendukung keberadaan dan pembangunan infrastruktur maupun fasilitas publik yang terdapat di Sleman bagian timur.
"Seperti pembangunan Tol Jogja-Solo, nantinya jika sudah beroperasi tentunya keberadaan damkar sangat dibutuhkan. Termasuk juga adanya Stadion International Maguwoharjo yang sering digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga dan lainnya dengan skala lokal hingga internasional dimana salah satu persyaratan perizinan harus menyiapkan damkar," katanya.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Berupaya Menekan Ketergantungan Impor Komoditas Pangan
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi yang membawahi bidang damkar mengatakan Pemkab Sleman telah merencanakan menambah posko damkar di wilayah Sleman timur pada 2025.
"Posko damkar Sleman timur akan dibangun di Madurejo, Kapanewon (Kecamatan) Prambanan. Penambahan ini guna mempercepat jangkauan petugas jika terjadi kebakaran di Sleman bagian timur," katanya.
Menurut dia, Pemkab Sleman juga berencana menambah posko damkar di wilayah Sleman utara untuk mendukung keberadaan Tol Jogja-Bawen.
"Setelah nanti Tol Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen beroperasi, maka untuk menangani kebakaran di wilayah Sleman baik timur, tengah, barat, dan utara, akan sangat padat, sehingga perlu penambahan posko damkar di timur maupun utara. Yang sudah ada saat ini ada di Sleman tengah dan barat," katanya.
Shavitri mengatakan biaya untuk pembangunan posko damkar Sleman timur sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Sleman tahun 2025 dengan alokasi anggarannya sekitar Rp35 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Googlebook mulai membuka pre-order 21 September 2026. Simak jadwal, vendor pembuat, fitur Gemini, integrasi Android, dan informasi yang belum diumumkan.
Google merilis Gemini 3.8 Live dan Extended Thinking. Simak kemampuan AI suara terbaru, fitur penalaran, multimodal, benchmark, dan ketersediaannya.
Simak jadwal lengkap timnas voli putri dan putra Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, termasuk lawan, tanggal, dan jam pertandingan.
Benarkah main judi online bisa terdeteksi dari KK atau NIK? Simak kaitan pemadanan data dengan bansos, cara klarifikasi, dan cek pinjaman lewat SLIK OJK.
Nostalgia era 1990-an memang menyenangkan, tetapi tidak semua kebiasaan masa lalu perlu diwariskan. Simak 5 kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan.