Pertama di Indonesia, Embarkasi Haji DIY Akan Berbasis Hotel
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Ilustrasi hujan deras disertai angin./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah di DIY didominasi hujan ringan hingga lebat di siang hingga sore hari pada Kamis (5/12/2024).
Berdasarkan prakiraan BMKG dalam laman bmkg.go.id disebutkan hampir sebagian besar wilayah DIY di lima kabupaten dan kota diperkirakan terjadi hujan dalam intensitas ringan.
Sementara pada siang hari cenderung cerah berawan dengan suhu rata-rata 23-31 derajat celcius
Berikut adalah prakiraan cuaca secara detail pada lima kabupaten dan kota :
Bantul
Pagi : Berawan,
Siang : Hujan ringan
Sore : Hujan ringan
Malam : Berawan
Suhu 23-29 derajat celcius
Sleman
Pagi : Hujan ringan
Siang :Hujan sedang
Sore : Hujan ringan
Malam : Berawan
Suhu 23-39 derajat celcius
BACA JUGA: Libur Akhir Tahun, BMKG Mewanti-wanti Curah Hujan Ekstrem
Kulonprogo
Pagi : Hujan ringan,
Siang : Hujan ringan,
Sore : Hujan ringan,
Malam : Berawan
Suhu 24-29 derajat celcius
Gunungkidul
Pagi : Berawan,
Siang : Hujan petir,
Sore : Hujan ringan,
Malam : Berawan.
Suhu 22-28 derajat celcius
Kota Jogja
Pagi : Berawan
Siang : Hujan lebat
Sore : Hujan ringan
Malam : Berawan
Suhu 23-29 derajat celcius
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Embarkasi Yogyakarta akan mengganti konsep asrama haji menjadi penginapan berbasis hotel.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.
Como 1907 lolos Liga Champions namun menghadapi masalah stadion dan defisit Rp1,8 triliun yang mengancam di Eropa.