Prakiraan Cuaca di Jogja Hari Ini, Sabtu 11 Juli 2026, Berawan
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir pada Sabtu (22/3/2025).
"Peringatan Dini Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat, Kilat/Petir, Angin Kencang. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl 14:00 WIB," tulis BMKG akun X bmkg.go.id.
Update Peringatan Dini Cuaca Wilayah - DI Yogyakarta Tgl. 22 Maret 2025 pkl. 12:30 WIB
— BMKG (@infoBMKG) March 22, 2025
Prakirawan - BMKG - DI Yogyakartahttps://t.co/YPaFPXNovX pic.twitter.com/FkqeVMC0sE
Kabupaten Gunungkidul berpotensi terdampak meliputi Playen, Paliyan, Panggang, Saptosari, Purwosari, dan sekitarnya.
Kondisi ini dapat meluas ke wilayah
Kabupaten Bantul: Srandakan, Sanden, Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Jetis, Imogiri, Dlingo dan Pleret.
Lebih lanjut, wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Gunungkidul: Wonosari, Nglipar, Patuk, Tepus, Semanu, Karangmojo, Ponjong, Rongkop, Semin, Ngawen, Gedangsari, Girisubo, Tanjungsari. Kabupaten Sleman: Prambanan, dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (11/7/2026) diprakirakan berawan dan bersahabat untuk berbagai aktivitas luar ruang.
Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.