Pajak MBLB Kulonprogo Baru Rp1,16 Miliar, DPRD Minta Aktivitas Tambang Dievaluasi
DPRD Kulonprogo meminta kontribusi tambang dievaluasi. Realisasi pajak MBLB 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar.
Perahu nelayan Jodhi Baruna 1 yang alami karam saat hendak melaut pada Selasa (10/6/2025) pagi. Istimewa Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 5 Kulonprogo -
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perahu nelayan di pesisir Kabupaten Kulonprogo alami karam saat hendak melaut, Selasa (10/6/2025) pukul 05.45 WIB. Kejadiannya di barat pemecah ombak Pantai Glagah.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 5 Kulonprogo, Aris Widyatmoko menjelaskan, perahu nelayan itu terdapat nama Jodhi Baruna 1. Pada saat waktu kejadian tersebut baru hendak berangkat ke laut untuk menangkap ikan.
BACA JUGA: Cuaca Buruk di Laut Bikin Nelayan Gunungkidul Paceklik, Penghasilan Anjlok sampai 70%
"Saat meluncur ke laut perahu dihantam ombak besar dari depan sehingga perahu terbalik dan patah menjadi dua bagian," katanya, Selasa (10/6/2025).
Kejadian tersebut membuat para awak kapal secara spontan melompat untuk menyelamatkan diri.
Aris membeberkan, awak kapal Jodhi Baruna 1 itu berjumlah tiga orang. Terdiri dari tekong atau nahkoda Ugik, 40 warga Kedundang bersama dua anak buah kapal (ABK) Heri Sunarto, 40 dan Sugiyono, 30 yang keduanya warga Kulur.
"Anggota Satlinmas Rescue yang bertugas dan warga langsung memberikan pertolongan kepada para awak kapal yang menjadi korban," sambungnya.
Aris mengatakan, ada korban dari awak kapal yang mengalami sesak nafas akibat kejadian tersebut.
Untuk penanganan lebih lanjut langsung dibawa ke RS Rizki Amalia, Temon agar mendapat perawatan yang tepat. Sementara perahu nelayan tersebut dievakuasi dengan ditarik ke daratan. "Semua awak perahu selamat hanya satu orang dibawa untuk penanganan medis," tuturnya.
Sementara itu, kejadian ini juga menimbulkan kerugian materiil. Sebab perahu alami rusak berat, mesinnya rusak ringan dan sejumlah alat penangkap ikan hilang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo meminta kontribusi tambang dievaluasi. Realisasi pajak MBLB 2026 baru Rp1,16 miliar dari target Rp2,4 miliar.
TMMD Reguler ke-130 di Sendangsari, Bantul, merenovasi lima RTLH dan membangun infrastruktur untuk memperlancar akses warga serta distribusi hasil panen.
Gunung Anak Krakatau tercatat 31 kali erupsi pada Oktober 2026. Meski tiga hari tanpa letusan, statusnya masih Level III atau Siaga.
Kemenhub memantau dampak insiden keamanan Riyadh terhadap penerbangan internasional. Penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi masih normal.
PBB mendesak penyelidikan serangan berulang di Bandara Internasional Riyadh yang dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai 320 lainnya.
Disdikpora DIY menunggu aturan resmi soal wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 dan menekankan penilaian objektif serta pendampingan belajar.