Kemarau, DLH Sleman Waspadai Kebakaran di TPST dan Transfer Depo
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Sejumlah bus sedang transit di Terminal Jombor, Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, Senin (22/12/2025)./ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Harga tiket bus jurusan Jakarta dari Terminal Jombor naik 10 persen menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 karena lonjakan penumpang.
Penjaga loket Puspa Jaya di Terminal Jombor, Udin Alanda, mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan tiket mulai terasa sejak Sabtu (20/12/2025) dan Minggu (21/12/2025).
Menurut Udin, penyesuaian tarif saat ini baru diberlakukan oleh sejumlah Perusahaan Otobus (PO) untuk jurusan Jakarta. Sebagai contoh, PO Murni Jaya menaikkan harga tiket dari Rp230.000 menjadi Rp240.000. Sementara itu, PO Tunas Muda mengalami kenaikan dari Rp400.000 menjadi Rp450.000.
“Kenaikan harga tiket saat ini hanya untuk arah Jakarta saja. Kalau rute ke Lampung harga tiketnya masih normal, tidak ada kenaikan,” kata Udin saat ditemui di loket, Senin (22/12/2025).
Menariknya, mayoritas penumpang yang berangkat dari Terminal Jombor justru didominasi oleh perantau yang ingin pulang ke Sumatra. PO Sinar Jaya rute Jakarta–Bogor–Lampung menjadi salah satu yang paling diminati dengan harga tiket tetap di angka Rp490.000.
Udin memperkirakan arus balik menuju Jakarta akan mencapai puncaknya setelah perayaan Tahun Baru 2026, tepatnya antara tanggal 1 hingga 6 Januari 2026.
Meskipun aktivitas meningkat, ia menilai lonjakan penumpang pada momen Natal tahun ini tidak sepadat periode Nataru sebelumnya. Hal ini diduga karena jadwal libur panjang yang berdekatan dengan awal bulan Ramadan yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026.
Taufik Kurohman, seorang mahasiswa asal Bandar Lampung, mengaku memilih moda transportasi bus untuk pulang kampung karena harga tiketnya yang lebih terjangkau dibandingkan pesawat.
Menggunakan PO Putra Remaja, Taufik membeli tiket seharga Rp500.000. “Langsung menuju Bandar Lampung tanpa transit. Dalam kondisi normal perjalanan memakan waktu 17 jam, namun jika macet bisa seharian penuh,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, beberapa rekannya juga memilih pulang menggunakan bus Puspa Jaya dengan selisih harga yang tipis, yakni sekitar Rp10.000. Taufik berencana kembali ke DIY untuk melanjutkan studinya pada pekan pertama Januari 2026 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.