Advertisement

Investor Belum Masuk JJLS Bantul, Status Sultan Ground Jadi Kendala

Yosef Leon
Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:37 WIB
Jumali
Investor Belum Masuk JJLS Bantul, Status Sultan Ground Jadi Kendala Tim gabungan Polres dan Satpol PP Bantul melakukan penyekatan di JJLS, belum lama ini. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantul mencatat hingga kini belum ada investor yang menanamkan modal di kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Bantul.

Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh status lahan di sepanjang JJLS yang mayoritas merupakan Sultan Ground, sehingga membuat investor masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum masuk.

Advertisement

“Faktanya sampai sekarang belum ada investor yang masuk. Salah satu kendalanya karena status tanah, sehingga investor masih berhitung panjang,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).

Meski demikian, Annihayah menegaskan kawasan JJLS Bantul memiliki potensi pengembangan yang sangat besar. Berbagai sektor dinilai dapat tumbuh, mulai dari pariwisata, pertanian, hingga pengembangan toko modern, terutama jika konektivitas JJLS telah tersambung penuh dan beroperasi secara optimal.

“Peluangnya sangat besar. Kalau nanti JJLS sudah tersambung, kawasan ini bisa menjadi magnet ekonomi baru,” katanya.

Seiring dengan belum masuknya investasi, Pemerintah Kabupaten Bantul juga mulai menyiapkan penataan kawasan Pantai Selatan untuk mendukung mobilitas wisata dan pengendalian arus kendaraan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji tujuh alternatif lokasi kantong parkir wisata sekaligus rest area di kawasan Pantai Selatan.

Penataan tersebut ditujukan untuk mengatur arus kendaraan wisata agar lebih tertib dan mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

“Kami juga menyiapkan halte shuttle di area parkir sebagai titik pergantian moda transportasi wisata,” jelasnya.

Ari memaparkan, kendaraan wisata non-kendaraan besar direncanakan parkir di sisi timur Sungai Opak dan ditata di sisi utara jalan utama. Sementara kendaraan besar akan diarahkan ke sisi barat Sungai Opak dalam bentuk taman parkir maupun rest area.

Tujuh alternatif lokasi kantong parkir yang sedang dikaji meliputi kawasan timur Pesanggrahan Parangtritis seluas 4.640 meter persegi, timur Pemandian Parangwedang 4.757 meter persegi, Pantai Depok 6.100 meter persegi, Taman Parkir Baros 28.900 meter persegi, Pengklik 4.600 meter persegi, Taman Parkir Samas 100.000 meter persegi, serta Pantai Cangkring seluas 24.600 meter persegi.

“Nanti juga ada rencana pembangunan rest area di eks Terminal Pandansimo yang tahun ini akan dibangun,” katanya.

Pemkab Bantul berharap penataan kawasan wisata Pantai Selatan tersebut dapat meningkatkan daya tarik investasi di sekitar JJLS Bantul seiring membaiknya konektivitas dan tata kelola kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Jelaskan Kunker Jokowi ke Arab Saudi

Dito Ariotedjo Diperiksa KPK, Jelaskan Kunker Jokowi ke Arab Saudi

News
| Jum'at, 23 Januari 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement