6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Pusat gempa Bantul, Selasa (27/1/2026) berada di darat. - ist/BMKG
Harianjogja.com, SLEMAN — Aktivitas gempa susulan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berlangsung setelah gempa utama bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul pada Selasa (27/1/2026) siang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (28/1/2026) pukul 19.00 WIB telah terjadi sedikitnya 197 kali gempa susulan dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 1,2 hingga 1,4.
Gempa terbaru terdeteksi pada Rabu pukul 19.15.37 WIB dengan magnitudo 1,3. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,39 Bujur Timur, atau sekitar lima kilometer timur laut Bantul, dengan kedalaman lima kilometer.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa gempa utama terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Episentrum gempa berada 16 kilometer di timur Bantul dengan kedalaman 11 kilometer dan dipastikan dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.
Getaran gempa tersebut dirasakan hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
“Gempa utamanya bermagnitudo 4,5. Setelah itu kami mencatat adanya 14 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar hanya mencapai magnitudo 2,” ujar Ardhianto, Selasa (27/1/2026).
Ia mengungkapkan gempa susulan pertama muncul sekitar pukul 13.45 WIB. Seiring waktu, kekuatan gempa terus mengalami penurunan, menunjukkan pola peluruhan energi seismik yang tergolong normal.
“Magnitudo gempa susulan semakin kecil, artinya energinya menurun,” tegasnya.
BMKG juga mencatat intensitas guncangan gempa utama mencapai maksimum IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, namun belum menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan.
Menanggapi rangkaian gempa susulan tersebut, Ardhianto mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada tanpa panik. Ia meminta warga tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi BMKG, terutama terkait isu prediksi gempa besar.
“Gempa bumi sampai sekarang tidak bisa diprediksi secara pasti. Yang terpenting, masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” katanya.
Hingga kini, BMKG masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas di sekitar Sesar Opak. Setiap perkembangan terbaru akan terus disampaikan secara cepat dan akurat melalui saluran resmi agar masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.