Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Pusat gempa Bantul, Selasa (27/1/2026) berada di darat. - ist/BMKG
Harianjogja.com, SLEMAN — Aktivitas gempa susulan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berlangsung setelah gempa utama bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul pada Selasa (27/1/2026) siang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (28/1/2026) pukul 19.00 WIB telah terjadi sedikitnya 197 kali gempa susulan dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 1,2 hingga 1,4.
Gempa terbaru terdeteksi pada Rabu pukul 19.15.37 WIB dengan magnitudo 1,3. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,39 Bujur Timur, atau sekitar lima kilometer timur laut Bantul, dengan kedalaman lima kilometer.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa gempa utama terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Episentrum gempa berada 16 kilometer di timur Bantul dengan kedalaman 11 kilometer dan dipastikan dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.
Getaran gempa tersebut dirasakan hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
“Gempa utamanya bermagnitudo 4,5. Setelah itu kami mencatat adanya 14 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar hanya mencapai magnitudo 2,” ujar Ardhianto, Selasa (27/1/2026).
Ia mengungkapkan gempa susulan pertama muncul sekitar pukul 13.45 WIB. Seiring waktu, kekuatan gempa terus mengalami penurunan, menunjukkan pola peluruhan energi seismik yang tergolong normal.
“Magnitudo gempa susulan semakin kecil, artinya energinya menurun,” tegasnya.
BMKG juga mencatat intensitas guncangan gempa utama mencapai maksimum IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, namun belum menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan.
Menanggapi rangkaian gempa susulan tersebut, Ardhianto mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada tanpa panik. Ia meminta warga tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi BMKG, terutama terkait isu prediksi gempa besar.
“Gempa bumi sampai sekarang tidak bisa diprediksi secara pasti. Yang terpenting, masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” katanya.
Hingga kini, BMKG masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas di sekitar Sesar Opak. Setiap perkembangan terbaru akan terus disampaikan secara cepat dan akurat melalui saluran resmi agar masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.