Penerima Bansos di Gunungkidul Diminta Hindari Judol dan Game Online
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim gabungan kepolisian masih menyisir kawasan pesisir Girisubo untuk mencari keberadaan AS, warga Ponorogo, Jawa Timur, yang meninggalkan sepeda motor matik dan tas berisi senjata tajam di Tebing Watusigar, Kalurahan Tileng, Kapanewon Girisubo.
Pencarian ini berangkat dari temuan barang milik AS di tepi laut, yang sejak awal memunculkan tanda tanya karena pemiliknya tak lagi terlihat seusai berpamitan menuju area tebing. Kapolsek Tepus, AKP Agus Supriyanta, menyebut AS terakhir kali diketahui berada di Tebing Watusigar pada Senin (26/1/2026).
“Hingga sekarang masih dicari, tapi belum membuahkan hasil,” kata Agus saat dihubungi wartawan, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, pencarian saat ini masih difokuskan di jalur darat. Selain karena kondisi cuaca laut kurang bersahabat, tidak ada satu pun saksi yang memastikan AS benar-benar terjun ke laut.
“Tidak ada yang tahu persis yang bersangkutan terjun ke laut. Jadi, pencarian masih dilakukan didarat sambil memantau ke laut,” kata Agus saat disinggung spekulasi adanya potensi bunuh diri dalam temuan ini.
Agus juga menegaskan pihaknya belum menarik kesimpulan terkait dugaan keterkaitan AS dengan kasus pembunuhan di Ponorogo. Menurutnya, perkara tersebut masih ditangani Polres Ponorogo sehingga jajarannya tidak ingin berspekulasi.
“Fokus kami mencari keberadaan AS yang meninggalkan tas dan sepeda motor di pinggir laut di Tebing Watusigar,” katanya.
Lurah Tileng, Suwardi, mengungkapkan sepeda motor dan tas warna oranye itu pertama kali ditemukan seorang petani. Pada Senin sekitar pukul 13.00 WIB, petani tersebut melihat seorang pria tak dikenal berada di kawasan Tebing Watusigar.
“Saat ditanya pemilik ladang, pria itu mengaku berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah,” kata Suwardi kepada wartawan, Selasa (27/1/2026) siang.
Menurut Suwardi, pria itu sempat berbincang dengan pemilik ladang dan meminta nomor ponsel. Nomor tersebut kemudian diberikan kepada keluarga pria misterius itu.
“Sempat ditawari es teh oleh pemilik ladang dan ngobrol sebentar,” ungkapnya.
Seusai perbincangan, pria tersebut pamit menuju tebing dengan menitipkan tas yang dibawanya. Namun, setelah itu, ia tak pernah kembali terlihat. Upaya pencarian segera dilakukan, tetapi hingga Senin malam keberadaannya tak juga diketahui.
Titik terang muncul setelah petani yang dimintai nomor ponsel dihubungi pihak Polres Ponorogo. Informasi yang diterima menyebutkan pria tersebut telah pergi dari rumah sejak Minggu (25/1/2026).
Menurut Suwardi, barang yang ditinggalkan bukan hanya tas, tetapi juga sepeda motor matik warna hitam tanpa pelat nomor. Warga tidak berani membuka tas hingga perwakilan Polres Ponorogo tiba di lokasi.
“Setelah dibuka dalam tas ada gergaji kecil, senjata tajam jenis pisau yang masih bau anyir darah. Lalu ada juga jaket dan celana panjang,” katanya. Temuan ini memperkuat alasan aparat terus memperluas pencarian AS di sekitar Girisubo sembari memantau perairan, karena keberadaannya hingga kini masih menjadi teka-teki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 9.921 penerima bansos Gunungkidul terindikasi judi online. Dinsos mengingatkan game online dengan top up juga berisiko.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.