Gunungkidul Siapkan Listrik Tenaga Surya, Antisipasi Mati Lampu
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Peringatan satu abad NU di Gunungkidul ditandai peluncuran buku sejarah tokoh NU yang mendokumentasikan perjuangan ulama dari masa ke masa. /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Momentum peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Gunungkidul dirayakan dengan cara bermakna melalui peluncuran buku Sejarah Tokoh NU Gunungkidul yang digelar di kompleks Klinik Pratama NU Gunungkidul, Sabtu (31/1/2026) pagi.
Peluncuran buku sejarah tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, yang mewakili Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Dalam sambutan yang dibacakannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas peringatan hari lahir NU ke-100 yang diperingati dengan kegiatan literasi sejarah.
Menurut Joko, peluncuran buku sejarah ini menjadi langkah strategis dalam mendokumentasikan perjalanan panjang dan jejak perjuangan para ulama NU di Kabupaten Gunungkidul yang selama ini berperan besar dalam pembangunan sosial dan keagamaan di Bumi Handayani.
“Ini sebagai langkah penting untuk mendokumentasikan jejak perjuangan para ulama di Gunungkidul,” kata Joko, Sabtu siang.
Ia menambahkan, kehadiran buku sejarah NU Gunungkidul diharapkan mampu menjadi referensi pembelajaran bagi generasi muda agar memahami nilai perjuangan, keteladanan, serta semangat pengabdian para ulama yang telah membesarkan NU dari masa ke masa.
“Perjuangan dari para ulama patut ditiru bagi generasi muda sebagai calon-calon pemimpin di masa depan,” ungkapnya.
Buku Sejarah Tokoh NU Gunungkidul ditulis oleh Anton Prasetyo, Andrian Saputra, dan Imron Rosidi, dengan editor Fatah Sutarman. Buku ini mengulas perjalanan tokoh-tokoh penting NU di Gunungkidul, di antaranya KH. Marzuki Giriloyo, Raden Suwardiyono, serta para muassis lainnya dalam mendirikan dan mengembangkan NU di wilayah tersebut.
Salah satu penulis menyampaikan bahwa buku sejarah ini disusun sebagai sumber informasi dan inspirasi bagi generasi muda NU agar memahami dinamika perjuangan organisasi serta menumbuhkan semangat melanjutkan perjuangan para pendiri.
“Buku sejarah ini dapat menjadi sumber informasi bagi generasi muda NU untuk mengetahui perjuangan para pendiri dalam mengembangkan keorganisasian di Gunungkidul. Hadirnya buku ini juga membuat para kader menjadi tambah semangat untuk meniru dan melanjutkan perjuangan para ulama,” katanya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Gunungkidul, KH. Sa'ban Nuroni, turut mengapresiasi antusiasme warga Nahdliyyin yang mengikuti rangkaian puncak peringatan satu abad NU di Gunungkidul yang berlangsung meriah.
Selain peluncuran buku sejarah, rangkaian kegiatan peringatan juga diisi dengan senam pagi dan jalan sehat yang diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, dengan beragam hadiah menarik yang disediakan panitia.
Ia pun mengajak seluruh warga Nahdliyyin di Gunungkidul untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, sekaligus berperan aktif dalam merawat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah dinamika zaman.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan diikuti sekitar 5.000 peserta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan, menjaga, merawat, sekaligus mensyukuri hari lahir NU satu abad ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul kaji listrik tenaga surya untuk antisipasi mati lampu, PLTS di Puskesmas Paliyan terbukti hemat hingga 50%.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perpres ojol resmi terbit, potongan aplikasi maksimal 8 persen mulai Juli 2026, driver dapat perlindungan lebih kuat.
Pemerintah siapkan peluncuran GovTech Oktober 2026, integrasi 27 ribu aplikasi dan dukungan AI untuk layanan publik..