Pendaki Asal Bogor Meninggal Saat Turun dari Gunung Merbabu
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Sekelompok massa menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda DIY pada Selasa (24/2/2026)
Harianjogja.com, SLEMAN— Sekelompok massa menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda DIY pada Selasa (24/2/2026) petang. Dampak dari aksi tersebut, akses lalu lintas di Ring Road Utara sempat dialihkan sementara.
Aksi diikuti oleh mahasiswa serta berbagai elemen masyarakat. Hingga pukul 19.29 WIB, massa masih bertahan di sekitar Mapolda DIY. Sebagian berada di seberang selatan Mapolda, sementara lainnya duduk di pembatas jalan Ring Road Utara.
Unjuk rasa berlangsung sejak sore dan menyebabkan kerusakan pada salah satu akses masuk markas kepolisian. Massa mulai berkumpul sekitar pukul 18.00 WIB dan bergerak menuju pintu barat Mapolda DIY. Tak lama berselang, pintu tersebut roboh setelah didesak oleh massa aksi.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di jalur Ring Road Utara sisi barat ditutup sementara. Kendaraan dari arah timur, baik melalui lajur cepat maupun lajur lambat, dialihkan untuk berputar balik di U-turn depan Mapolda DIY.
Di area dalam Mapolda DIY, aparat kepolisian terlihat memasang kawat duri yang membentang dari arah timur ke barat. Sejumlah personel juga disiagakan di halaman Mapolda untuk mengamankan situasi.
Salah satu peserta aksi yang mengaku berinisial U mengatakan, unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kemarahan masyarakat atas peristiwa meninggalnya seorang anak berusia 14 tahun di Maluku yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob.
“Ini bentuk kemarahan masyarakat atas apa yang terjadi di Maluku. Ada bocah 14 tahun yang tidak salah apa-apa, sedang naik motor, lalu kepalanya dihantam helm dan akhirnya meninggal,” ujar U di sela aksi.
Ia menegaskan, aksi tersebut tidak membawa tuntutan tertulis maupun agenda orasi. Menurutnya, unjuk rasa berlangsung secara spontan tanpa konsep teknis yang dirancang sebelumnya.
“Kami tidak punya tuntutan, tidak ada draf, tidak ada panggung orasi. Aksi ini benar-benar cair,” katanya.
U menambahkan, massa mulai berkumpul sejak sekitar pukul 16.30 WIB sebelum kemudian bergerak bersama menuju Mapolda DIY.
“Bareng-bareng jalan ke Polda, lalu mengokupasi ruang Polda. Tidak ada batas waktu atau kegiatan yang direncanakan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Dua anak pejuang leukemia menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. BPJS Kesehatan membantu meringankan biaya terapi sehingga keluarga fokus mendampingi.
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.