Prakiraan Cuaca Jogja 11 Oktober, Suhu Maksimum Capai 34 Derajat
Prakiraan cuaca DIY Minggu, 11 Oktober 2026, didominasi cerah. Suhu Kota Jogja diperkirakan mencapai 34°C, tertinggi di antara wilayah DIY.
Korban investasi villa dan kos-kosan di Sleman-Gunungkidul membentangkan spanduk di lokasi proyek mangkrak, pengembang hilang tanpa jejak, dana miliaran raib. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 60 orang menjadi korban dugaan penipuan investasi villa dan kos-kosan di Sleman dan Gunungkidul. Korban menyatakan pembangunan mangkrak, sementara pengembang hilang tanpa jejak.
Sejumlah korban mendatangi lokasi proyek mangkrak di Candi Winangun, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Kamis (26/2/2026), untuk menuntut haknya. Para korban memasang spanduk di lokasi, namun aktivitas pembangunan maupun pihak pengembang sama sekali tidak terlihat.
Sukoco, salah satu korban asal Gresik, Jawa Timur, mengungkapkan sejak pertengahan 2025, pengembang sudah menghilang. Kantornya tutup, orangnya kabur. "Padahal kami sudah menginvestasikan dana dari ratusan juta hingga miliaran rupiah." katanya.
Proyek yang ditawarkan melalui Instagram ini menjanjikan keuntungan dari pengelolaan villa dan kos-kosan di kawasan strategis dekat kampus besar seperti UGM dan UII. Investor dijanjikan kompensasi bulanan Rp2,5 juta untuk unit kos-kosan. Namun, setelah dana disetorkan, pembangunan sama sekali tidak terealisasi.
Sukoco mengaku tergiur oleh janji manis pengembang soal hunian eksklusif dan telah membayar Rp170 juta dari total Rp370 juta untuk unit villa. "Janjinya, kalau sudah jadi kami harus melunasi sisanya. Kalau pembangunan tidak terealisasi, mereka menjanjikan kompensasi. Sebaliknya, jika terlambat bayar, ada penalti," ujarnya.
Alih-alih unit villa siap disewakan, kondisi di lokasi proyek justru mangkrak dan tidak berpenghuni. Kehilangan kontak dengan pengelola membuat situasi semakin rumit. "Orangnya kabur. Kantor kosong. Saya hanya menemui orang lain di sana yang bukan pihak mereka," tambah Sukoco.
Korban lainnya, Rengganis, 40, warga Jogja, menyatakan proyek mangkrak tidak hanya terjadi di Sleman, tapi juga di Gunungkidul. Ia telah menyetorkan Rp700 juta untuk villa di Gunungkidul dan Rp243 juta untuk kos-kosan di Sardonoharjo, Ngaglik. Harga villa ditawarkan Rp1 miliar, sementara kos-kosan bervariasi.
Kecurigaan muncul awal 2025 saat operasional perusahaan mulai tidak stabil. Puncaknya, Mei 2025, pengembang benar-benar menghilang dan kantor pemasaran yang semula di Gambuh, Condongcatur, berpindah ke Maguwo dan kini tutup.
Hingga kini, tercatat sekitar 60 orang menjadi korban dengan kerugian miliran rupiah, sebagian telah melapor ke polisi, sementara lainnya mencoba mencari pelaku melalui pihak ketiga. "Kebanyakan korban merupakan orang yang menyiapkan dana pensiun untuk investasi jangka panjang, dan sebagian besar berasal dari luar DIY," jelas Rengganis.
Kuasa hukum para korban, Harry F. Hasugian, menjelaskan modus pelaku: menawarkan investasi sewa-menyewa unit villa dan kos-kosan untuk jangka 20 tahun, dengan janji modal kembali (BEP) dalam lima tahun pertama dan sisa 15 tahun menjadi profit murni. Namun, pembangunan di Sleman dan Gunungkidul terbengkalai. "Kerugian korban puluhan miliar rupiah," katanya.
Kasus telah dilaporkan ke Polda DIY dan surat pengaduan dikirim ke Bupati, DPRD, Gubernur, hingga Presiden RI. Harry berharap penegak hukum dan pemerintah memberikan perhatian, serta mengundang korban untuk menyampaikan keluh kesah mereka. "Karena setelah kami telusuri tanah yang digunakan untuk membangun ini ternyata sewa dari warga lokal sini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prakiraan cuaca DIY Minggu, 11 Oktober 2026, didominasi cerah. Suhu Kota Jogja diperkirakan mencapai 34°C, tertinggi di antara wilayah DIY.
Bareskrim Polri menggerebek sembilan sarang narkoba di Sumatera Utara, mengamankan 36 orang, serta menyita sabu dan barang bukti lainnya.
DPRD DIY menyoroti rencana pengalihan gaji PPPK ke APBN yang berpotensi mengurangi DAU dan manfaat bagi anggaran daerah.
Kemnaker menargetkan 70% lulusan pelatihan vokasi bekerja melalui transformasi BPVP, pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan pelacakan alumni.
Kemenhub mengkaji tarif batas bawah angkutan darat, penyeberangan, dan laut untuk menjaga keselamatan serta menekan risiko praktik ODOL.
Kemenperin menargetkan produktivitas pekerja manufaktur mencapai Rp147,7 juta per orang pada 2029 melalui penguatan SDM dan pendidikan vokasi.