Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Wisata Pantai Parangtritis, Bantul - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Kecelakaan laut kembali terjadi di Pantai Parangtritis Bantul yang menewaskan seorang wisatawan asal Rusia pada Senin, (2/3/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi saat korban berada di kawasan pantai menjelang akhir perjalanan wisatanya di Indonesia.
Identitas korban diketahui bernama Papenina, perempuan berusia 51 tahun, yang datang bersama lima rekannya untuk berlibur.
Berdasarkan informasi petugas, rombongan tersebut telah berkeliling Indonesia selama sekitar satu bulan, dan kunjungan ke Pantai Parangtritis menjadi agenda terakhir sebelum mereka dijadwalkan kembali ke negara asal pada hari yang sama ketika insiden terjadi.
Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, Arief Nugraha, menjelaskan kronologi bermula ketika rombongan tiba di kawasan pantai sejak malam hari, kemudian mulai beraktivitas sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban diketahui tidak berada di titik yang sama dengan rekan-rekannya saat bermain di kawasan pantai. Sebelum kejadian, Papenina sempat berpamitan kepada teman-temannya karena hendak berfoto dengan kuda yang disewakan di sepanjang pesisir Pantai Parangtritis.
Sekitar sepuluh menit setelah itu, situasi berubah ketika salah satu saksi melihat tubuh korban sudah mengapung di perairan dalam kondisi tidak bergerak.
Rekan-rekan korban segera berupaya memberikan pertolongan, sementara petugas Satgas Linmas Jogo Segoro Satpol PP Bantul bersama personel Satlinmas Rescue Istimewa yang berjaga langsung melakukan evakuasi dengan berenang menembus arus laut yang saat itu dilaporkan cukup kuat.
Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, korban sempat mendapatkan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) di Pos SAR Parangtritis sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.
“Korban sempat mendapatkan bantuan resusitasi jantung paru (RJP) dari temannya sebelum akhirnya dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit,” jelas Arief.
Namun, setelah dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk penanganan medis lanjutan, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia.
Pascakejadian kecelakaan laut di Pantai Parangtritis Bantul tersebut, pihak kepolisian bersama tim SAR berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda DIY, Polsek Kretek, serta instansi imigrasi terkait dengan proses pemulangan jenazah ke negara asal.
Arief mengingatkan wisatawan agar selalu mematuhi rambu larangan berenang serta arahan petugas karena karakter perairan Pantai Parangtritis memiliki palung dan arus balik berbahaya. Kondisi tersebut kerap menjadi penyebab kecelakaan laut di Pantai Parangtritis Bantul sehingga kewaspadaan pengunjung menjadi faktor utama keselamatan saat berwisata di kawasan pesisir selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.