Kopi Keliling dan Darling Merapi Siap Jangkau Titik Keramaian dan Wisata di Sleman
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Masjid UGM./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 42 masjid di Kabupaten Sleman disiapkan sebagai tempat singgah bagi pemudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H melalui program Masjid Ramah Pemudik. Fasilitas ini disediakan agar para musafir dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan mudik Lebaran.
Program Masjid Ramah Pemudik ini digagas oleh Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Sleman bersama Baznas Sleman. Melalui program tersebut, sejumlah masjid yang berada di jalur strategis disiapkan sebagai tempat beristirahat, sekaligus menyediakan makanan dan minuman ringan bagi pemudik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Bimas Islam Kankemenag Sleman, Achmad Fauzi, menjelaskan bahwa program ini bukan pertama kali dijalankan di Sleman. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan saat arus mudik Natal dan Tahun Baru.
“Masjid Ramah Pemudik ini sebenarnya ketika arus mudik Natal dan Tahun Baru sudah pernah kami selenggarakan. Kebetulan Kementerian Agama juga memiliki gagasan yang sama. Akhirnya program ini digelar lagi untuk Idul Fitri. Jadi bukan hanya di Sleman, tapi kabupaten/kota lain di provinsi lain juga,” kata Achmad dihubungi, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, Kankemenag Sleman juga telah berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mendukung sosialisasi program tersebut kepada masyarakat. Dengan keterlibatan KUA, diharapkan informasi mengenai keberadaan masjid yang ramah pemudik dapat diketahui lebih luas.
Menurut Achmad, Kementerian Agama selama ini terus melakukan pembinaan terhadap masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu implementasinya adalah melalui program Masjid Ramah Pemudik.
“Istilahnya masjid untuk musafir. Musafir berarti orang yang dalam perjalanan secara terus menerus. Kemenag menggunakan istilah pemudik. Bukan hanya pemudik nataru atau lebaran, pemudik harian juga bisa,” katanya.
Sebanyak 42 masjid yang dipilih berada di lokasi yang dekat dengan jalan kabupaten, jalan provinsi, maupun jalan nasional sehingga mudah diakses oleh para pemudik yang melintas di wilayah Sleman.
Saat ini, masjid-masjid tersebut tengah dipersiapkan agar layak digunakan sebagai tempat singgah. Pengurus masjid membersihkan dan merapikan ruangan, serta menyiapkan fasilitas pendukung bagi pemudik. Kankemenag Sleman juga mengimbau agar masjid dapat melayani pemudik selama 24 jam.
Meski demikian, pengelolaan operasional tetap diserahkan kepada masing-masing pengurus masjid dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketersediaan sumber daya manusia.
“Tadi Kanwil Kemenag DIY sudah membuka secara serentak program Masjid Ramah Pemudik di Berbah Sleman. Silakan pemudik bisa memanfaatkan 42 masjid di Sleman untuk beristirahat. Muslim maupun non-muslim,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Sleman, Muhaimin, menjelaskan bahwa Baznas memberikan dukungan berupa dana operasional kepada masjid yang terlibat dalam program tersebut.
“Kami memberikan dana saja, tiap masjid Rp1 juta. Kami juga membiayai untuk pembuatan spanduk Masjid Ramah Pemudik,” kata Muhaimin ditemui di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Jadwal atlet Indonesia di Asian Games 2026, Jumat 25 September. Ada Emilia Nova, Natasya Beteyob, tenis meja, renang, sepak takraw dan balap sepeda.
Macklemore mengumumkan tur Free Palestine setelah dikeluarkan dari sisa tur Ed Sheeran. Simak jadwal Dublin, Paris, dan London.
Marc Marquez mengakui Pedro Acosta bisa mengalahkannya saat menjadi rekan setim di Ducati pada MotoGP 2027. Acosta baru menang di Austria.
Studi 2025 mengungkap perbedaan jumlah kata yang diucapkan perempuan dan laki-laki ternyata dipengaruhi usia. Simak hasil penelitiannya.
AI kini bekerja di balik berbagai fitur smartphone dan laptop, mulai dari pencarian, terjemahan, edit foto, penulisan hingga memahami konteks layar.