Sultan Minta UGM Perkuat Internal Hadapi Kompetisi
Sri Sultan minta UGM perkuat tata kelola dan kualitas akademik hadapi persaingan global. MWA baru diharapkan lebih transparan.
Foto ilustrasi hujan di perkotaan, dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JOGJA—Cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat Hari Raya Idulfitri pada Jumat (20/3/2026) diprakirakan mengalami perubahan signifikan setelah pagi hari yang relatif tenang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan mulai turun pada siang hingga malam hari, meski pelaksanaan salat Id pada pagi hari dipastikan tetap aman.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Romadi, menyebut kondisi pagi hari di wilayah DIY cenderung berawan hingga cerah berawan. Situasi ini membuat aktivitas ibadah salat Id di berbagai lokasi di DIY tidak terganggu cuaca. "Insyaallah aman, hanya berawan saja," ujar Romadi saat dihubungi, Selasa (17/3/2026).
Perubahan cuaca mulai terasa memasuki siang menjelang sore. BMKG memperkirakan hujan akan turun secara bertahap di sejumlah wilayah, dengan intensitas ringan hingga sedang.
"Untuk prediksi tanggal 20 di Lebaran, BMKG memprediksi masih potensi hujan, namun hujannya di siang menjelang sore hingga menjelang malam," katanya.
Wilayah di bagian utara DIY menjadi area dengan potensi hujan paling dominan. Di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara, hujan diperkirakan turun dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.
Sementara itu, sebagian besar wilayah lainnya di DIY diprediksi hanya mengalami hujan ringan. Kondisi ini dinilai masih relatif aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.
"Untuk wilayah yang cukup besar potensinya di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara. Kemudian potensi hujan sangat ringan hingga ringan hampir di sebagian besar wilayah DIY," jelasnya.
Selain siang hingga malam hari, hujan ringan juga berpotensi muncul pada dini hari di wilayah pesisir selatan. Area yang terdampak meliputi di Gunungkidul bagian selatan, di Bantul bagian selatan, dan di Kulon Progo bagian selatan.
Dalam beberapa hari menjelang Lebaran, pola cuaca serupa juga telah terlihat. Potensi hujan masih terkonsentrasi di wilayah utara DIY, sementara wilayah lain cenderung berawan hingga cerah berawan sepanjang hari.
"Untuk beberapa hari ke depan ini kecenderungan masih di utara, terutama Sleman dan Kulon Progo bagian utara," ujarnya.
Di sisi lain, suhu udara di DIY tercatat cukup tinggi. BMKG memperkirakan suhu maksimum dalam beberapa hari ke depan bisa mencapai kisaran 32 hingga 33 derajat Celsius.
"Untuk suhu maksimum beberapa hari ke depan ini memang cukup tinggi, bisa mencapai 32,8 sampai 33 derajat Celsius," katanya.
Meski terdapat potensi hujan, BMKG memastikan tidak ada indikasi cuaca ekstrem selama periode Lebaran di DIY. Hujan yang terjadi diperkirakan hanya dalam kategori ringan hingga sedang tanpa adanya fenomena ekstrem seperti siklon.
"Untuk masa Lebaran ini sepertinya belum ada faktor yang mendukung terjadinya hujan ekstrem di wilayah DIY, masih aman," tegasnya.
Kondisi ini membuat masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan relatif nyaman, meski disarankan untuk mengantisipasi perubahan cuaca terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hingga malam hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan minta UGM perkuat tata kelola dan kualitas akademik hadapi persaingan global. MWA baru diharapkan lebih transparan.
Paguyuban Jawa Tengah menggelar acara Gebyar Harmoni Budaya yang digelar di Pelataran Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat malam, 19 Juni 2026.
Bus KSPN Malioboro–Parangtritis jadi pilihan wisata hemat Rp12.000 dengan jadwal reguler dan akses mudah ke Pantai Parangtritis.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan layanan malam. Mudah tanpa ke Satpas.
Layanan DAMRI rute Jogja–YIA dan Jogja–Semarang jadi pilihan utama dengan tarif terjangkau, jadwal rutin, dan akses mudah dari berbagai titik.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah diwajibkan melakukan penyerapan telur dan daging ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).