Advertisement

Dua Seksi Tol Jogja-Bawen Dikebut untuk Kejar Operasional Tahun Ini

Sunartono
Minggu, 12 April 2026 - 09:37 WIB
Sunartono
Dua Seksi Tol Jogja-Bawen Dikebut untuk Kejar Operasional Tahun Ini Potret pembangunan Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo di Kapanewon Tempel pada Rabu (26/2/2025). - Harian Jogja // Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dua seksi Jalan Tol Jogja–Bawen ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 seiring progres konstruksi yang telah mendekati tahap akhir. Seksi 1 ruas Jogja–Bawen Rejo sepanjang 8,8 kilometer kini mencapai 89,80 persen, sementara Seksi 6 di kawasan Bawen sudah menyentuh 96 persen.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, A.J. Dwi Winarsa, memastikan kedua seksi tersebut akan difungsikan tahun ini. “Keduanya akan beroperasi di tahun ini,” ujarnya dalam Seminar Nasional Transformasi Sistem Transportasi Perkotaan yang digelar Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bersama Forum Studi Transportasi Perguruan Tinggi, Sabtu (11/4).

Advertisement

Secara keseluruhan, Jalan Tol Jogja–Bawen membentang sepanjang 75,12 kilometer melintasi Kabupaten Sleman, Magelang, Kota Magelang, Temanggung, hingga Kabupaten Semarang. Jika seluruh ruas rampung pada 2028–2029, waktu tempuh Yogyakarta–Semarang diproyeksikan menyusut drastis dari sekitar tiga jam menjadi kurang dari satu jam.

Di balik percepatan tersebut, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan teknis di lapangan. Salah satunya terkait penyesuaian desain di kawasan Selokan Mataram yang berstatus cagar budaya. Desain awal harus diubah dari single tier menjadi portal setelah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY, yang berdampak pada peningkatan biaya konstruksi.

Selain itu, tim proyek juga menemui kondisi tanah lunak di wilayah Bawen, keberadaan situs yang mengharuskan perubahan trase, serta potensi aliran debris di kawasan Gunung Merapi yang memerlukan penanganan khusus.

Dwi juga menyoroti skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang dinilai perlu evaluasi, terutama terkait pembagian risiko. Menurutnya, banyak kondisi tak terduga pascatender yang justru menjadi beban Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), mulai dari perubahan desain hingga kendala perizinan dan pengadaan tanah.

“Perlu ada kajian ulang soal pembagian risiko yang lebih adil dan proporsional antara pemerintah dan investor, agar kelayakan investasi tetap terjaga,” tegasnya.

Tol Jogja–Bawen sendiri merupakan bagian dari jaringan Joglosemar yang menghubungkan Jogja, Solo, dan Semarang. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan wisata di sepanjang koridor Jogja, Magelang, Temanggung hingga Ambarawa.

Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Tengah Tahun Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi, dengan menghadirkan akademisi, praktisi, serta pemangku kebijakan transportasi dari berbagai daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Negosiasi Iran dan AS Berlanjut, Islamabad Jadi Penentu

Negosiasi Iran dan AS Berlanjut, Islamabad Jadi Penentu

News
| Minggu, 12 April 2026, 11:17 WIB

Advertisement

Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat

Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat

Wisata
| Sabtu, 11 April 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement