Trans Jogja 2026 Perluas Rute, Ini Daftar Jalur dan Tarifnya
Rute Trans Jogja 2026 semakin luas dengan tarif mulai Rp60. Simak daftar jalur terbaru yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Jogja.
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Wacana penerapan sistem war tiket haji mulai memunculkan dua sisi berbeda di masyarakat, yakni harapan mempercepat antrean panjang sekaligus kekhawatiran munculnya ketimpangan akses bagi calon jamaah.
Gagasan yang diinisiasi Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia itu dinilai dapat memangkas masa tunggu yang selama ini menjadi persoalan serius, terutama di sejumlah daerah dengan antrean puluhan tahun.
Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ridho Al-Hamdi, menyebut ide tersebut memiliki niat baik untuk mempercepat keberangkatan calon jamaah.
“Prinsipnya tujuan dari war tiket haji ini baik, mencoba untuk meringkas jangka waktu atau masa tunggu calon jamaah haji yang panjang menjadi lebih pendek. Ini harus kita sambut positif agar calon jamaah juga tidak mengantre bahkan tiba-tiba sudah wafat lebih dulu karena begitu lamanya masa tunggu di sejumlah daerah,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).
Meski begitu, ia mengingatkan kebijakan tersebut tidak bisa diterapkan secara terburu-buru tanpa perhitungan matang.
Menurut Ridho, perlu kajian komprehensif yang melibatkan riset mendalam agar sistem ini tidak justru menimbulkan persoalan baru, terutama terkait keadilan distribusi kuota haji.
“Kebijakan ini perlu dirancang dengan baik agar menjadi sebuah kebijakan yang memang tepat sasaran, tidak diskriminatif, serta melihat dampak-dampak yang mungkin tidak tepat. Harus ada kajian yang cermat agar tidak menimbulkan persoalan baru ketika diterapkan,” tegasnya.
Kelompok Rentan
Ia juga menilai pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam proses perumusan kebijakan tersebut. Forum diskusi terbuka dinilai perlu digelar dengan melibatkan pemerintah daerah, biro perjalanan haji, calon jamaah, hingga para ahli tata kelola haji agar kebijakan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
“Apalagi Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah calon jamaah terbesar di dunia, sehingga penting memastikan tidak terjadi kekecewaan. Kita harus melihat ini sebagai hal positif, tetapi harus diteliti dengan cermat dan melibatkan semua pihak agar tidak salah sasaran,” tambahnya.
Selain itu, Ridho menyoroti potensi dampak bagi kelompok rentan jika sistem ini diterapkan tanpa mitigasi yang jelas. Skema war yang berbasis kecepatan akses dinilai berisiko merugikan lansia maupun masyarakat di daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital.
“Kebijakan war tiket haji ini jika diterapkan bisa berdampak pada kelompok rentan, misalnya daerah-daerah tertentu atau lansia. Ini perlu menjadi kajian bagaimana jalan keluarnya bagi masyarakat yang rentan agar tidak terjadi diskriminasi karena mereka tidak mendapatkan akses yang baik. Hal-hal seperti ini harus diriset secara serius sebelum kebijakan diberlakukan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja 2026 semakin luas dengan tarif mulai Rp60. Simak daftar jalur terbaru yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Jogja.
Megawati Hangestri langsung membawa dampak besar di Hyundai Hillstate. Kanal YouTube klub Korea Selatan itu menembus 100 ribu subscriber jelang debut sang binta
Kasus dugaan keracunan MBG di Kulonprogo meluas hingga 105 korban. Dinkes menemukan dugaan pelanggaran pengolahan makanan, sementara ibu hamil dan ibu menyusui
Prospek bisnis lapangan padel di Indonesia: modal Rp1 miliar, target pasar luas, dan strategi sukses. Simak peluang, tantangan, dan tips memulai usaha padel!
Polisi memburu pelaku pencurian tabung gas LPG 3 kg yang viral dikejar warga di Dlingo, Bantul. Pelaku disebut sudah beberapa kali beraksi dan masih dalam penye
Google menghadirkan fitur Private Space di Android 15 untuk menyembunyikan aplikasi sensitif dan melindunginya dengan PIN atau sandi khusus. Simak cara kerjanya