Advertisement

Wah, Harga-Harga Mulai Naik

I Ketut Sawitra Mustika
Sabtu, 12 Mei 2018 - 07:37 WIB
Nina Atmasari
Wah, Harga-Harga Mulai Naik Ilustrasi pedagang bawang merah - JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Menjelang Ramadan, beberapa bahan pokok seperti bawang putih, bawang merah besar, ayam potong, ayam kampung, telur ayam boiler, mulai merangkak naik. Bawang putih sincau adalah bahan pangan yang mengalami lonjakan harga tertinggi.

Hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY dan TPID kabupaten/kota ke Pasar Argosari Gunungkidul, Pasar Wates Kulonprogo, Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta, Pasar Godean Sleman dan Pasar Bantul, menunjukkan harga beberapa bahan pokok mulai menanjak. Pada pekan lalu, rata-rata harga bawang putih sincau masih ada di angka Rp16.000/kg, tapi pekan ini harganya sudah naik jadi Rp19.400/kg.

Advertisement

Harga rata-rata bawang putih kating pun naik cukup siginifikan, dari yang awalnya Rp20.000/kg jadi Rp24.200/kg. Demikian pula daging ayam kampung yang pekan ini sudah menjadi Rp66.000/kg, dari yang awalnya Rp62.000. Adapun harga daging ayam pada pekan ini rata-rata naik Rp2.100 jadi Rp33.900/kg. Sementara telur boiler harganya jadi Rp25.200, yang sebelumnya Rp22.600.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Sugeng Purwanto mengatakan beberapa komoditas bahkan mengalami kenaikan hingga di atas 10%. "Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas bawang putih sincau, yakni mencapai 41,67 persen, di Pasar Beringharjo. Sedangkan di pasar lain, kenaikannya sekitar hanya 15-20 persen," jelasnya saat jumpa pers di Kompleks Kepatihan, Jumat (11/5/2018).

Sugeng menjelaskan, stok semua bahan pokok sebenarnya terkendali, tapi karena meningkatnya permintaan, harga jadi melambung. Hal ini terjadi pada bawang putih kating, selain karena produk impor, permintaan pasar juga tinggi. Peningkatan permintaan juga menjadi penyebab naiknya harga daging ayam kampung. Musababnya, menjelang Puasa, permintaan dari rumah makan meningkat.

Seluruh elemen TPID DIY, sambungnya, akan berusaha menstabilkan harga dengan melaksanakan operasi pasar dan pasar murah. Selain itu, stok juga diusahakan tetap terjaga. Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan tingkat inflasi di DIY terjaga pada level yang rendah hingga akhir 2018.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Budi Hanoto menjelaskan, kenaikan harga telur ayam boiler disebabkan karena pasokannya lebih banyak berasal dari luar daerah. Tapi selain faktor suplai, permintaan yang tinggi juga turut mempengaruhi.

"Selama ini saya amati, setiap menjelang Ramadan, demand telur meningkat seiring dengan gula dan terigu. Pasalnya, masyarakat sekarang mulai muncul keinginan bikin kue sendiri. Jadi siklusnya memang begitu," jelas Budi.

Sementara itu, Kepala Bulog Divre DIY Ahmad Kholisun menyatakan stok pangan masih sangat banyak. Oleh karenanya, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak perlu risau mengenai ketersediaan bahan pangan jelang Bulan Puasa. "Masyarakat tidak perlu belanja berlebihan. Tidak perlu panik."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien

Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien

News
| Kamis, 02 April 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Blunder! Iklan Bus Skotlandia Gunakan Pemandangan China

Wisata
| Rabu, 01 April 2026, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement