Selama Ramadan, Polres Gunungkidul Gencarkan Razia Balap Liar

Ilustrasi razia. - Harian Jogja/Beny Prasetya
21 Mei 2018 16:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Untuk mengantisipasi keresahan masyarakat akibat adanya balap liar selama Ramadan, Polres Gunungkidul akan menggencarkan patroli dan razia.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP Mega Tetuko. Beberapa lokasi yang disinyalir rawan adanya balap liar kata Mega telah dipetakan oleh jajaran Satlantas Polres Gunungkidul dengan satuan lainnya. Daerah itu meliputi di Kompleks Pasar Hewan Siyono, Jembatan Baru Gedangsari, Jalan Umum lingkup Ngingrong, dan Jalan umum Wareng, Kecamatan Wonosari.

"Itu hanya sebagian kecil saja, sebenarnya juga banyak jalan-jalan yang berpotensi dilakukan balap liar, biasanya jalan yang sepi dan mulus," Kata Mega, Senin (21/5/2018).

Mega menambahkan koordinasi dengan polsek lebih ditingkatkan. Selain itu pemerikasaan rutin juga diterapkan untuk antisipasi tindakan yang menjurus ke ranah kriminal.

"Tidak hanya motor yang diperiksa, ini juga sebagai antisipasi tindak kriminalitas, peredaran narkoba dan miras serta senjata tajam," jelasnya.

Mega menegaskan penegakan hukum akan diberlakukan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Namun sebelumnya tindakan precentif berupa teguran atau peringatan terlebih dulu diberikan. Jika tidak diindahkan, maka tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan proses hukum sebagaimana mestinya.

Sebelumnya petugas Polsek Rongkop menciduk 20 remaja yang tengah melakukan aksi balap liar di Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Minggu (20/5/2018) dini hari kemarin.

Kapolsek Rongkop, AKP Yulianto mengatakan, razia yang berujung penangkapan itu dilakukan sekitar pukul 01.00 WIB. Bermula dari laporan warga yang mengaku terganggu atas adanya balap liar, pihak kepolisian langsung terjun ke lapangan. Adapun anggota yang bertugas dibagi menjadi dua regu.

Penggerebekan pun dilakukan. Para remaja yang tak menyangka aksi mereka telah diendus aparat tak bisa berbuat banyak. Namun, ada beberapa orang yang berhasil lolos dari kepungan petugas dengan menerobos barikade polisi. “Ada beberapa yang lolos, tapi sebagian besar berhasil kami amankan,” terang dia.

Para remaja itupun lantas dibawa ke Polsek Rongkop untuk dimintai keterangan sekaligus diberi pembinaan. Setelah beberapa saat para remaja itu kemudian diperbolehkan pulang.

“Tapi besok orang tua mereka kita panggil guna diberikan pembinaan lanjutan. Ini perlu dilakukan agar mereka tidak lagi mengulangi perbuatan tersebut,” imbuhnya.

Yuliyanto menjelaskan apa yang dilakukan para remaja tersebut selain meresahkan masyarakat juga terhitung membahayakan diri sendiri. Dengan usia muda serta kemampuan mengendarai motor yang minim lanjut Yulianto, kemungkinan terburuk bisa terjadi, salah satunya kecelakan yang berujung kematian.

"Selain itu dalam balapan liar itu bisa jadi memicu perjudian dengan taruhan uang," ujarnya.