Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Megadeth saat menghadiri ajang penghargaan Grammy ke-59./Grammy.com
Harianjogja.com, JOGJA—Penggemar musik rock di Indonesia kembali bakal dimanjakan dengan hadirnya grup-grup band musik cadas papan atas dunia. Setelah tahun lalu Dream Theatre menyambangi Jogja, kali ini giliarn Megadeth, salah satu anggota Big Four band metal terbaik sepanjang masa, asal Amerika Serikat. Berikut ini ulasan wartawan Harian Jogja Arief Junianto dan I Ketut Sawitra Mustika.
Datang ke Jogja, Megadeth tak menggelar konser tunggal. Mereka dijadwalkan bakal tampil dalam festival musik rock akbar, Jogjarockarta 2018 pada 27 Oktober mendatang. Festival ini bertempat di Stadion Kridosono.
CEO Rajawali Indonesia Communications, Anas Syahrul Alimi, promotor yang mendatangkan Megadeth ke Jogja mengaku berikhtiar terus berupaya membawa artis-artis besar ke Bumi Mataram, karena ingin mempromosikan Jogja kepada dunia. Tujuannya supaya masyarakat internasional tidak hanya mengidentikkan Indonesia dengan Jakarta atau Bali semata.
Alasan lain di balik keputusan Rajawali Indonesia Communications mendatangkan Megadeth adalah untuk memperbaiki citra Indonesia, yang akhir-akhir ini babak belur oleh aksi teror. Mulai dari dikuasainya Mako Brimob oleh para narapidana terorisme (napiter), rentetan bom bunuh diri di Jawa Timur dan beberapa serangan ke markas kepolisian.
"Ini merupakan pesan bagi dunia bahwa Indonesia layak dikunjungi dan aman. Baik untuk berwisata maupun berinvestasi. Karena kalau liat aksi teror [akhir-akhir ini], mudah-mudahan [Jogjarockarta] bisa jadi pengobat bahwa Indonesia itu aman. Buktinya artis dunia sebesar Megadeth yang masuk Big Four [empat besar] band metal dunia mau datang ke Jogja," jelas Anas saat dihubungi Harianjogja.com, Sabtu (9/6/2018).
Tak Kalah Heboh
Media Relations Rajawali Indonesia Communication Bonny Prasetya mengatakan Jogjarocktarta tahun ini dipastikan tak kalah heboh dengan tahun lalu.
Tahun lalu, pada acara yang sama, Rajawali Indonesia Communication mendatangkan grup band beraliran progressive metal Dream Theatre.
"Kali ini kami pilih Megadeth. Sama-sama legenda musik rock," ucap dia.
Sejumlah grup rock Tanah Air juga bakal didatangkan. "Tapi apa band-nya, tunggu tanggal mainnya," ucap Bonny. Ditanya soal tiket, hingga kini pihaknya masih merembuknya bersama sejumlah pihak, termasuk beberapa sponsor. Karena itulah, dia pun belum bisa memastikan detail soal tiket, baik terkait dengan harga, maupun soal distribusinya.
Secara keseluruhan, pada Oktober mendatang akan tampil delapan band rock terkemuka. Tujuh diantaranya adalah kelompok musik asal Indonesia.
Sebagai catatan, konser di Jogjarockarta 2018 sekaligus merupakan bagian perayaan ulang tahun ke-35 Megadeth. Di perayaan itu, Megadeth memang tengah menggelar tur dunia sejak awal tahun ini.
Gonta-Ganti Personel
Megadeth adalah band trash metal yang didirikan Dave Mustaine (gitaris dan vokal) dan basist David Ellefson pada 1983. Dave Mustaine mendirikan band ini setelah dipecat dari dedengkotnya musik metal, yakni Metallica.
Ia dikeluarkan karena berselisih paham dengan vokalis Metallica, James Hetfield karena diduga mengalami ketergantungan dengan obat-obatan terlarang dan alkohol. Asumsi lainnya, Dave dianggap kurang cocok dengan personel lainnya.
Sejak awal kemunculannya, Megadeth seakan-akan ingin menahbiskan diri sebagai salah satu penantang yang akan menggoyahkan hegemoni Metalicca. Bahkan, dalam salah satu kicauannya di Twitter, Dave pernah mengatakan, salah satu tujuan utamanya adalah ”menghancurkan Metallica”. Seiring berjalannya waktu, rivalitas kedua band mencair. Dalam konser ulang tahun ke-30 Metallica, Dave turut serta tampil mewakili Megadeth.
Hingga 2013, Megadeth telah merilis 13 album studio, empat album live, sembilan album video, 34 single, 32 video musik dan lima album kompilasi. Pada 2016, grup metal ini menyabet penghargaan musik bergengsi Grammy ke-59 untuk kategori Best Metal Performance untuk album Dystopia.
Megadeth sempat bubar pada 2002, karena Dave mengalami cidera otot. Namun, pada 2004, band ini kembali hidup. Band ini terkenal dengan lagu-lagu berjudul Peace Sells, Holy Wars...The Punishment Due, Wake Up Dead dan lain sebagainya.
Tema-tema yang sering diangkat dalam lagu band ini adalah tentang kematian, politik dan perang. Megadeth merupakan salah satu dari anggota Big Four bersama Anthrax, Slayer dan tentunya Metallica.
"Megadeth kami anggap sebagai band besar dan legendaris, jadi layak dihadirkan di Jogja, karena konsep Jogjarockarta kan [menampilkan] semua genre musik rock, baik metal maupun trans metal. Kami targetkan konser ini dihadiri 20.000 penonton," ujar Anas.
Megadeth sudah pernah menggelar tiga kali konser di Indonesia. Konser pertama diadakan di Medan pada 2001. Kemudian pada 2007, mereka tampil di Jakarta. Terakhir, Megadeth tampil dalam gelaran Hammersonic 2017.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.