Penindakan Tipiring Bantul Melambat, Satpol PP Terkendala Aturan Baru
Satpol PP Bantul baru menyelesaikan satu kasus Tipiring hingga pertengahan 2026. KUHAP baru membuat proses penindakan perda menjadi lebih kompleks.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, saat ditemui media di Kompleks Kepatihan, Kamis (24/7/2025)./Harian Jogja-LUS
Harianjogja.com, JOGJA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional bertajuk “Jejak Pahlawan Sultan Hamengku Buwono II” pada 30 Maret 2026.
Salah satu sesepuh Trah HB II, Romo Artha Prararta Dharma mengatakan keterlibatan Sultan HB X menjadi momentum strategis dalam mendorong pengakuan negara terhadap perjuangan Sultan Hamengku Buwono II. “Dukungan Ngarso Dalem membuka peluang lebih luas untuk menguatkan narasi sejarah sekaligus mendorong proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional,” kata Romo Artha, Kamis (19/4/2026).
Ia menjelaskan seminar nasional itu dirancang untuk mengupas secara komprehensif kiprah HB II, terutama dalam menentang intervensi kolonial Belanda. Selain itu, forum tersebut juga diharapkan mampu menggali data primer terkait dengan kebijakan politik sang raja yang selama ini belum banyak terungkap. “Seminar ini diharapkan memperkuat argumen tentang relevansi nilai perjuangan Sultan HB II di era sekarang,” ujarnya.
Romo Artha menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi para sejarawan dan akademisi dari berbagai daerah untuk memperkuat basis ilmiah pengusulan gelar Pahlawan Nasional.
Ketua panitia yang juga perwakilan Trah HB II sekaligus Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto, menilai kehadiran Sultan HB X bukan hanya simbolis semata. Menurutnya, posisi Sultan HB X memiliki peran penting dalam memberikan perspektif historis yang utuh mengenai kontribusi leluhurnya. “Kehadiran beliau memberi legitimasi akademis dan historis yang kuat terhadap upaya ini,” kata Fajar.
Ia optimistis dukungan dari berbagai tokoh nasional akan memperkuat langkah pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi HB II. Seminar Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta itu akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, sejarawan, akademisi, hingga pemerhati budaya. Selain Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono juga dijadwalkan menjadi pembicara kunci lainnya. Adapun narasumber yang akan mengisi forum antara lain Ananta Hari Noorsasetya, Harto Juwono, Sri Margana, serta Prof. M.I. Djoko Marihandono. Panitia berharap, pembahasan multidisipliner dari para ahli tersebut mampu memperkaya perspektif sejarah sekaligus memperkuat dasar akademik pengusulan HB II sebagai Pahlawan Nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul baru menyelesaikan satu kasus Tipiring hingga pertengahan 2026. KUHAP baru membuat proses penindakan perda menjadi lebih kompleks.
Rupiah melemah ke Rp17.762 per dolar AS. Pasar menanti keputusan The Fed dan RDG BI di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.
Komdigi mengingatkan ancaman penipuan AI dan deepfake yang makin marak. Kerugian akibat kejahatan digital tercatat mencapai Rp9 triliun.
Lonjakan wisatawan sore hingga malam di Pantai Glagah dan Congot mendorong Dispar Kulonprogo memperpanjang jam operasional TPR demi mengoptimalkan PAD.
TelkomGroup dan Mitratel menanam 2.000 fragmen terumbu karang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, untuk mendukung pemulihan ekosistem laut.
Harga batu bara acuan periode II Juni 2026 naik menjadi US$123,91 per ton. ESDM menyiapkan relaksasi kuota produksi menyusul kenaikan harga global.