Delegasi Sabah Dalami Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Talkshow Napak Tilas Sejarah Jejak Janur Kuning di Taman Budaya Embung Giwangan bersama peserta, Selasa (14/4/2026). - Harian Jogja/Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengajak generasi muda memahami sejarah Serangan Umum 1 Maret dengan cara yang lebih kontekstual, yakni turun langsung ke lokasi-lokasi bersejarah yang tersebar dari Pleret hingga Malioboro, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan yang dimulai di Taman Budaya Embung Giwangan ini tidak hanya berisi diskusi, tetapi juga dilanjutkan dengan napak tilas ke sejumlah titik penting di wilayah Jogja dan sekitarnya.
Edukasi Sejarah Tak Lagi Sekadar Teori
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja, Yetti Martanti, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara sekaligus strategi memperkuat pemahaman sejarah di kalangan masyarakat.
“Peristiwa Serangan Umum 1 Maret ini menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia masih berdiri tegak, memiliki kedaulatan, dan tidak menyerah pada penjajahan. Nilai-nilai patriotisme, kebangsaan, serta kontribusi terhadap negara inilah yang ingin kami sampaikan melalui talkshow maupun napak tilas ini,” kata Yetti.
Ia menilai, pendekatan belajar langsung di lapangan memberi gambaran lebih utuh dibanding hanya mengandalkan informasi singkat di media sosial.
“Kita ingin memberikan gambaran yang lebih utuh, karena kalau hanya dari media sosial seperti TikTok itu kan sering kali hanya permukaan dan tidak lengkap,” ujarnya.
Menyusuri Ruang Sejarah dari Bantul hingga Malioboro
Rangkaian napak tilas membawa peserta ke sejumlah lokasi penting, seperti di Museum Perjuangan TNI AU di Sewon, Bantul, di Monumen Soeharto Segarayasa, hingga di kawasan Malioboro.
Dengan menyusuri langsung ruang-ruang sejarah tersebut, peserta diharapkan mampu membayangkan situasi perjuangan di masa lalu sekaligus memahami peran berbagai pihak dalam peristiwa tersebut.
Yetti menjelaskan, keberhasilan Serangan Umum 1 Maret tidak lepas dari kolaborasi antara prajurit, tokoh, dan masyarakat.
“Kita tidak hanya belajar dari cerita, tapi juga melihat langsung tapak-tapak sejarah agar bisa memaknai perjuangan dengan lebih baik,” ujarnya.
Tantangan Generasi Muda Menjaga Nilai Kebangsaan
Menurut Yetti, tantangan generasi saat ini bukan lagi merebut kemerdekaan, melainkan mempertahankan dan mengisinya dengan aktivitas positif.
“Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu jauh lebih sulit, sehingga perlu kita isi dengan aktivitas positif dan menjaga persatuan,” katanya.
Dosen Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Eka Ningtyas, menambahkan bahwa kegiatan napak tilas menjadi cara efektif untuk merawat memori kolektif.
“Peristiwa ini hidup dalam cerita keluarga, pendidikan, monumen, hingga berbagai bentuk ekspresi seperti reenactment dan walking tour,” jelas Eka.
Ia menilai pengalaman langsung di lokasi sejarah membantu peserta memahami peristiwa secara lebih imajinatif dan kontekstual.
“Harapannya peserta tidak hanya mendengar narasi, tapi juga bisa membayangkan bagaimana peristiwa itu terjadi di ruang-ruang yang dilalui,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delegasi DUN Sabah mempelajari tata kelola Keistimewaan DIY dan Dana Keistimewaan sebagai rujukan kewenangan khusus pemerintahan daerah.
Bruno Guimaraes resmi bergabung dengan Arsenal dari Newcastle United dengan nilai transfer Rp1,8 triliun dan kontrak empat tahun.
BPS DIY menyebut Sensus Ekonomi 2026 telah mencapai 79% dan ditargetkan rampung akhir Agustus. Pendataan dilakukan dengan metode CAPI dan CAWI.
Polisi mengungkap pembunuhan pemilik toko HP di Ambarawa. Dua tersangka ditangkap setelah korban ditemukan tewas di Gubug, Grobogan.
Rumah Doa Bukit Rhema di Magelang dikenal sebagai Gereja Ayam. Di balik bentuk uniknya tersimpan kisah doa, keberagaman, dan cinta kasih.
John Herdman berjanji membenahi Timnas Indonesia setelah gagal lolos semifinal Piala AFF 2026 dan menyiapkan skuad untuk FIFA ASEAN Cup.